Virus Corona Dinilai Akan Jadi Pandemik, Ini Bedanya dengan Flu Babi

Kompas.com - 05/02/2020, 12:37 WIB
Pemandangan udara pembangunan rumah sakit Huoshenshan (Gunung Dewa Api) di Wuhan, Hubei, China, Minggu (2/2/2020). Huoshenshan, rumah sakit darurat khusus pasien corona dengan kapasitas 1.000 tempat tidur tersebut dibangun hanya dalam waktu 8 hari, dimulai pada 25 Januari lalu. AFP/STRPemandangan udara pembangunan rumah sakit Huoshenshan (Gunung Dewa Api) di Wuhan, Hubei, China, Minggu (2/2/2020). Huoshenshan, rumah sakit darurat khusus pasien corona dengan kapasitas 1.000 tempat tidur tersebut dibangun hanya dalam waktu 8 hari, dimulai pada 25 Januari lalu.

Penanganan dan pengobatan

Flu babi

Dilansir SehatQ, sebagian besar kasus flu, termasuk flu babi, hanya memerlukan pereda gejala dan minum banyak cairan.

Namun jika seseorang memiliki penyakit pernapasan kronis, dokter dapat meresepkan obat tambahan untuk meringankan gejala yang timbul.

Obat antiviral oseltamivir dan zanamivir dapat diresepkan dalam satu atau dua hari pertama gejala untuk mengurangi keparahan gejala atau kemungkinan komplikasi.

Antivirus juga diresepkan untuk orang-orang yang memiliki risiko tinggi komplikasi, seperti balita, manula (usia di atas 65 tahun), ibu hamil, penderita HIV-AIDS, penderita asma, penyakit jantung, atau gangguan fungsi organ yang lain.

Namun, virus flu dapat berevolusi dan menjadi kebal (resisten) terhadap obat-obatan tersebut.

Baca juga: 5 Daftar Penyakit Zoonosis Paling Mematikan, H1N1 sampai Virus Corona

Virus corona Wuhan

Para ilmuwan di seluruh dunia masih bekerja untuk menemukan vaksin yang tepat untuk melawan virus corona Wuhan.

Sampai saat ini belum ada vaksin dan pengobatan spesifik yang dikembangkan untuk SARS dan virus corona Wuhan.

Namun, para peneliti telah mengerjakan beberapa obat dan vaksin pra-klinis untuk SARS yang mungkin dapat diterapkan untuk virus corona Wuhan.

Kendati demikian, kemampuan untuk menggunakan antibodi SARS untuk mengobati 2019-nCoV masih perlu dikonfirmasi, karena untuk saat ini, itu hanya sebuah hipotesis.

Penulis penelitian juga menyarankan dua cara potensial lain untuk mengobati virus corona baru.

“Pasien yang telah terinfeksi 2019-nCoV telah menghasilkan antibodi yang memiliki potensi untuk menetralkan virus," catat mereka.

Jenis lain dari antibodi coronavirus yang diproduksi pada kuda juga terbukti menetralkan 2019-nCoV. Antibodi kuda ini juga pernah digunakan untuk memerangi virus SARS.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X