Update Virus Corona 3 Februari 2020: 17.300 Terinfeksi dan 362 Meninggal

Kompas.com - 03/02/2020, 18:10 WIB
Ilustrasi kota Nanjing, China yang sepi akibat virus Corona. bloomberg.comIlustrasi kota Nanjing, China yang sepi akibat virus Corona.

KOMPAS.com - Laporan terbaru mengenai virus corona Wuhan mengungkapkan bahwa sebanyak 362 orang telah tewas dan lebih dari 17.300 orang terinfeksi secara global.

Virus ini juga terus menyebar ke luar China. Bahkan, pada kasus-kasus yang dicatat di Thailand, Taiwan, Jerman, Vietnam, Jepang, Perancis, dan Amerika Serikat, ada pasien-pasien yang terinfeksi meskipun belum pernah ke China.

Kabar duka juga datang dari Filipina.

Dilansir dari CNN, Senin (3/2/2020), seorang pria berusia 44 tahun yang datang bersama istrinya dari Wuhan, China, pada 21 Januari 2020 meninggal dunia di Filipina akibat virus corona. Pria tersebut menjadi korban meninggal virus corona pertama di luar China, sedangkan istrinya masih menjalani observasi hingga sekarang.

Sementara itu, hampir 60 juta orang terkurung di kota-kota China saat para peneliti internasional berlomba untuk mengembangkan vaksin dan menghentikan penyebarannya.

Baca juga: Makan Bawang Putih hingga Kebocoran Lab, Ini 5 Hoaks Virus Corona

Di laboratorium Inovio di San Diego, ilmuwan menggunakan teknologi DNA baru untuk membuat potensi vaksin. Vaksin tersebut diberi nama sementara "INO-4800 " dan rencananya akan diuji coba kepada manusia pada musim panas tahun ini.

"Saat China menyediakan rangkaian DNA virus ini, kami bisa memeriksanya di komputer kami dan merancang vaksinnya dalam tiga jam," kata Kate Broderick, wakil presiden riset dan pengembangan di Inovio, seperti dilansir artikel sains BBC, Senin (3/2/2020).

Selain itu, University of Queensland dan Moderna Inc di Massachusetts yang bekerja sama dengan US National Institute of Allergy and Infectious Diseases juga mempercepat riset mereka untuk menciptakan vaksin virus corona.

Dilansir dari Aljazeera, Senin (3/2/2020), berikut adalah negara-negara yang mengonfirmasi adanya kasus virus corona Wuhan:

Baca juga: Temuan Baru, Virus Corona Wuhan Bisa Menular Lewat Tinja

1. China - 17.205 terinfeksi dan 361 meninggal
2. India - 3 terinfeksi
3. Filipina - 2 terinfeksi dan 1 meninggal
4. Italia - 2 terinfeksi
5. UEA - 5 terinfeksi
6. Malaysia - 8 terinfeksi
7. Jepang - 20 terinfeksi
8. Korea Selatan - 15 terinfeksi
9. Taiwan - 10 terinfeksi
10. Thailand - 19 terinfeksi
11. Australia - 12 terinfeksi
12. Singapura - 18 terinfeksi
13. Amerika Serikat - 11 terinfeksi
14. Nepal - 1 terinfeksi
15. Kamboja - 1 terinfeksi
16. Kanada - 4 terinfeksi
17. Perancis - 6 terinfeksi
18. Sri Lanka - 1 terinfeksi
19. Vietnam - 8 terinfeksi
20. Jerman - 10 terinfeksi
21. Finlandia - 1 terinfeksi
22. Rusia - 2 terinfeksi
23. Inggris - 2 terinfeksi
24. Spanyol - 1 terinfeksi
25. Swedia - 1 terinfeksi

Baca juga: Update 2 Februari 2020: 14.380 Konfirmasi Virus Corona dan 304 Tewas

Menyusul semakin luasnya wabah virus corona dan penetapan wabah ini sebagai darurat kesehatan global (PHEIC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah negara menerapkan larangan masuk bagi turis China.

Negara-negara tersebut adalah Indonesia, Jepang, Vietnam, Mongolia, Filipina, Amerika Serikat, Kazakhstan, Australia, Korea Selatan, Singapura, Israel, dan Rusia.

Sejumlah negara lainnya juga melakukan pembatasan penerbangan dari dan ke China. Negara-negara ini termasuk Kanada, Mesir, Pakistan, Rwanda, Perancis, Hong Kong, Italia, Kenya, Maroko, Myanmar, Belanda, Oman, Qatar, Spanyol, Taiwan, Tanzania, Turki, dan Inggris.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X