Kompas.com - 01/02/2020, 19:17 WIB
Nasa rilis gambar citra satelit yang menunjukkan Bumi makin menghijau dalam 20 tahun terakhir. China dan India memberikan kontribusi besar pada penghijauan di planet Bumi. NASA Earth ObservatoryNasa rilis gambar citra satelit yang menunjukkan Bumi makin menghijau dalam 20 tahun terakhir. China dan India memberikan kontribusi besar pada penghijauan di planet Bumi.

Namun, mereka belum bisa memastikan apakah aktivitas manusia adalah salah satu penyebab utamanya. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Natural Sustainability.

Secara keseluruhan, penghijauan planet selama dua dekade terakhir menunjukkan peningkatan area daun pada tanaman dan pohon yang setara dengan area yang dicakup oleh semua hutan hujan Amazon.

Sekarang ada lebih dari dua juta mil persegi luas daun hijau tambahan per tahunnya, dibandingkan dengan awal 2000-an yang hanya meningkat sekitar lima persen.

"China dan India menyumbang sepertiga dari penghijauan, tetapi hanya terdiri dari 9 persen dari luas daratan di planet ini yang tercakup dalam vegetasi," ungkap Chi Chen, penulis utama studi ini dari Departemen Bumi dan Lingkungan di Boston University di Massachusetts.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Sebenarnya, Berapa Umur Bumi?

Chen mengungkapkan ini merupakan temuan mengejutkan, mengingat adanya gagasan umum degradasi lahan di negara-negara berpenduduk padat akibat eksploitasi berlebihan.

Ilmuwan penelitian dari Ames Research Center NASA di Silicon Valley, California, Rama Nemani mengatakan ketika penghijauan Bumi pertama kali diamati, para peneliti menduga itu disebabkan oleh iklim yang lebih hangat dan lebih basah.

"Namun, sensor satelit MODIS memungkinkan kita memahami fenomena pada skala yang sangat kecil, kita melihat bahwa manusia juga berkontribusi," jelas Nemani.

Kontribusi besar China terhadap tren penghijauan global sebagian besar, sekitar 42 persen, untuk melestarikan dan memperluas hutan.

Baca juga: Perubahan Kenampakan Bumi, Faktor dan Dampaknya

Ini dikembangkan sebagai upaya untuk mengurangi dampak erosi tanah, polusi udara, dan perubahan iklim.

Sedangkan 32 persen lainnya di sana dan 82 persen penghijauan terlihat di India yang berasal dari penanaman intensif tanaman pangan.

Secara keseluruhan, Nemani melihat pesan positif dalam temuan tersebut, yakni orang cenderung memperbaikinya, ketika mereka menyadari ada masalah.

"Pada tahun 70-an dan 80-an di India dan China, situasi di sekitar hilangnya vegetasi tidak baik, di tahun 90-an, orang-orang menyadarinya dan hari ini segalanya telah membaik. Manusia sangat ulet. Itulah yang kami lihat di data satelit," sambung Nemani.

Baca juga: Urban Mountains, Proyek Penghijauan di Tengah Padatnya Shenzhen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber NASA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.