WHO Tetapkan Status Gawat Darurat Kesehatan Global Virus Corona

Kompas.com - 31/01/2020, 07:07 WIB
Ilustrasi Bendera WHO SHUTTERSTOCK.com/AKADESIGNIlustrasi Bendera WHO

"Jumlah kasus baru mereka yang terjangkit virus Corona kini telah melampaui jumlah kasus pada wabah SARS tahun 2002-2003 yang menewaskan 800 orang di berbagai penjuru dunia. Tedros memuji Beijing atas tanggapannya terhadap virus baru ini. penyebaran wabah di pusat wabah sangat penting untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut," ujarnya.

"China mengidentifikasi patogen dalam waktu singkat dan segera membagikan infonya, yang menyebabkan pengembangan perangkat diagnostiknya dengan pesat," lanjutnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mendapat penjelasan mengenai wabah tersebut oleh mereka yang ia sebut sebagai "orang-orang hebat" yang bekerja sama dengan China.

"Kami akan terus memantau perkembangan yang sedang terjadi. Kami memiliki pakar terbaik di dunia dan siaga terus menerus," cuit Trump Rabu malam.

Gedung Putih menyatakan sedang mempertimbangkan pembatasan lebih jauh terhadap pesawat-pesawat yang terbang ke China, selain pembatasan yang diterapkan sendiri oleh sejumlah maskapai.

Sekarang ini belum diputuskan apakah akan memberlakukan larangan perjalanan ke dan dari China.

Baca juga: Wabah Virus Corona Wuhan, Mengapa WHO Belum Beri Status Darurat?

Penyebaran virus Corona

Virus corona baru yang bernama 2019-nCoV pertama kali dideteksi di kota Wuhan, provinsi Hubei, China Tengah.

Tepat satu bulan setelah pertama kali diumumkan, virus ini telah menginfeksi lebih dari 7.700 orang di 20 negara.

Dari semua korban yang terinfeksi, kasus virus corona di China terkonfirmasi ada 7.736 dengan jumlah yang meninggal pada Kamis (30/1/2020) ada 170 orang.

Selain China, virus ini pun terkonfirmasi ke wilayah Asia, Australia, AS, hingga Eropa.

Berikut rinciannya sesuai data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Komisi Kesehatan Nasional China:

Thailand (14 kasus), Singapura (10 kasus), Taiwan (8 kasus), Jepang (7 kasus), Malaysia (7 kasus), Australia (6 kasus), AS (5 kasus), Perancis (4 kasus), Korea Selatan (4 kasus), Uni Emirat Arab (4 kasus).

Kemudian Kanada (2 kasus), Vietnam (2 kasus), Kamboja (1 kasus), Finlandia (1 kasus), Jerman (1 kasus), India (1 kasus), Nepal (1 kasus), Filipina (1 kasus), dan Sri Lanka (1 kasus).

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X