Orang Indonesia Harusnya Takut TBC Bukan Virus Corona, Ini Kata Ahli

Kompas.com - 30/01/2020, 18:02 WIB
Ilustrasi TBC, tuberkulosis ShutterstockIlustrasi TBC, tuberkulosis

Hal ini cenderung hampir sama dengan penyakit pneumonia pada umumnya yang mencapai 2-3 persen.

"Cases mortality-nya (kematian dari virus corona), hanya 3-5 persen, ini sebenarnya tidak terlalu besar. Ini adalah kepanikan yang gak mesti. Tapi perlu juga diladeni untuk dikasih edukasi," ujar dia.

Masih menurut Erlina juga bahwa wabah virus SARs beberapa waktu yang lalu bahkan lebih buruk daripa kondisi virus Corona dari Wuhan, Cina ini.

Senada dengan itu, dr Fera Ibrahim SpMK(K) MSc PhD mengatakan orang Indonesia lebih rentan terhadap penyakit TBC daripada jenis penyakit-penyakit baru.

"Kita itu juara kena TBC, jadi lebih rentan kena TBC daripada kena virus-virus baru," kata Fera.

Oleh sebab itu, perlunya kesadaran masyarakat bahwa TBC juga penyakit menular yang seharusnya tidak dianggap biasa saja.

Bahkan, TBC merupakan penyakit global yang sedang menjadi salah satu fokus eliminasi pandeminya dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dunia.

Baca juga: Virus Corona Menginfeksi 7.711 Orang, WHO Peringatkan Dunia Ambil Tindakan

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X