Banjir Jakarta Jadi Sorotan Internasional, Ini Penjelasan Ahli

Kompas.com - 25/01/2020, 19:33 WIB
Suasana pemukiman yang terendam banjir akibat hujan di wilayah Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan dalam periode sepekan kedepan, hujan disertai petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOSuasana pemukiman yang terendam banjir akibat hujan di wilayah Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan dalam periode sepekan kedepan, hujan disertai petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Sementara itu, di tempat hujan telah mencapai atmosfer, uap air telah terkumpul, menyebabkan hujan lebih deras 10 hingga 30 persen.

Kelembapan ekstra menambah 10 persen, tetapi kelembapan juga memperkuat badai, sehingga mereka menjadi lebih intens dan lebih tahan lama atau keduanya memberikan tambahan hingga 10 persen.

"Ini berlaku di mana-mana tetapi daru presentasenya, jumlah paling besar ialah di seluruh Indonesia," kata Trenberth.

Trenberth menambahkan Indonesia juga dipengaruhi oleh topografi dan pegunungan yang dapat membantu memusatkan curah hujan dan banjir.

CO-leader kelompok prediksi iklim, Barcelona Supercomputing Center, Spanyol, Dr Markus Donat, menjelaskan atmosfer yang lebih hangat bisa menampung lebih banyak air.

Baca juga: Ahli LIPI: Banjir Jakarta Bukan Kejadian Rutin, tapi Risiko Bencana

Lautan yang lebih hangat akan melepaskan lebih banyak uap air ke atmosfer.

"Oleh karena itu, kami berharap lebih banyak peristiwa presipitasi yang terjadi di iklim yang lebih hangat. Ini berarti sistem cuaca yang menyebabkan banjir di Jakarta hari ini, menunjukkan suhu dunia yang telah menghangat sekitar 1 derajat celcius selama 150 tahun terakhir," tutur Markus.

Hal inilah, kata Markus, menghasilkan lebih banyak curah hujan daripada yang diberikan oleh sistem cuaca yang sama dalam iklim yang lebih dingin tanpa pemanasan yang disebabkan manusia.

Baca juga: Ahli LIPI: Hadapi Banjir Jakarta dengan Adaptasi yang Transformatif

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X