Tahukah Anda, Denyut Jantung Cepat Berisiko Tinggi Picu Stroke

Kompas.com - 24/01/2020, 20:03 WIB
Ilustrasi stroke ShutterstockIlustrasi stroke

Selain itu, kata Yoga, kondisi lainnya ketika darah yang mengalir dan berputar pada gumpalan, selanjutnya dipompa terus oleh jantung, maka gumpalan bekuan darah akan lari ke otak, yang menyebabkan berbagai penyakit di otak.

Gumpalan darah yang terbentuk dalam jangka waktu yang lama karena aliran darah yang statis atau akibat kacaunya aliran darah, keduanya dapat terjadi akibat detak jantung yang tidak menentu dan fibrilasi atrium tak teratur.

"Kalau gumpalan darah yang ada di kuping jantung itu lari ke otak, lama-kelamaan akan menyumbat pembuluh darah lebih besar di otak, dan itu mempengaruhi banyak saraf dan aliran darah di fungsi otak," tuturnya.

Menurut Yoga, dampak buruknya dari stroke yang disebabkan oleh fibrilasi atrium ini akan lebih parah daripada faktor risiko lainnya.

Selain itu, disabilitas (kecacatan) pasien lebih besar, prevalensi terjadinya pengulangan stroke tinggi, serta tingkat kematian juga lebih tinggi.

"Inilah yang patut dijadikan perhatian bersama, karena 90 persen penggumpalan darah terjadi di kuping jantung," kata dia.

Baca juga: Viral Video Istri Pukul Suami Penderita Stroke, Kenapa Warganet Emosi?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X