Ahli Jelaskan Bagaimana Virus Corona Wuhan Bisa Berasal dari Ular

Kompas.com - 24/01/2020, 19:31 WIB
Ilustrasi kobra china Briston/Wikimedia, CC BY-SAIlustrasi kobra china

Sayangnya, belum ada vaksin atau perawatan yang tersedia untuk infeksi coronavirus. Kita perlu memahami siklus hidup virus jenis 2019-nCoV, termasuk sumbernya, dan juga cara penularan dan berkembang biak virus dengan lebih baik untuk mencegah dan mengobati penyakit ini.

Transmisi dari hewan ke manusia

Baik SARS dan MERS diklasifikasikan sebagai penyakit virus menular dari hewan ke manusia. Pasien pertama virus ini terinfeksi langsung dari hewan. Hal ini mungkin terjadi karena pada hewan inang, virus telah memperoleh serangkaian mutasi genetik yang memungkinkannya untuk menginfeksi dan berkembang biak di dalam tubuh manusia.

Virus ini sekarang bisa disebarkan dari satu orang ke orang lain. Studi lapangan sudah menemukan sumber utama dari SARS-CoV dan MERS-CoV adalah kelelawar. Musang Bulan, mamalia asli Asia dan Afrika dan unta adalah perantara antara kelelawar dan manusia.

Dalam kasus penyebaran coronavirus tahun 2019, laporan menunjukkan bahwa kebanyakan pasien kelompok pertama yang dirawat merupakan pekerja atau pelanggan pasar makanan laut lokal yang juga menjual daging olahan dan hewan konsumsi termasuk unggas, keledai, domba, babi, unta, rubah, musang, tikus bambu, landak, dan reptil.

Namun, karena belum ada laporan yang menemukan virus corona menginfeksi hewan air, masuk akal jika coronavirus mungkin berasal dari hewan lain yang dijual di pasar itu.

Perkiraan bahwa virus 2019-nCoV didapatkan dari hewan di pasar juga didukung dengan penelitian terbaru. Para ilmuwan melakukan analisis dan membandingkan urutan genetik 2019-nCoV dan semua coronavirus lainnya.

Penelitian kode genetik virus 2019-nCoV menunjukkan bahwa virus baru ini paling dekat dengan dua kelelawar SARS yang mirip dengan sampel coronavirus dari China. Sama seperti SARS dan MERS, kelelawar bisa menjadi asal virus 2019-nCoV.

Para peneliti selanjutnya menemukan bahwa urutan kode RNA meningkatkan kadar protein, membentuk “mahkota” partikel virus yang mengenali reseptor pada sel induk. Hal ini mengindikasikan virus kelelawar mungkin telah bermutasi sebelum menginfeksi orang.

Namun, saat peneliti melakukan analisis yang lebih detail terhadap urutan virus 2019-nCoV, hasil penelitian menunjukkan bahwa coronavirus ini kemungkinan berasal dari ular.

Dari kelelawar ke ular

Para peneliti menganalisis kode protein yang dimiliki oleh virus corona baru dan membandingkannya dengan kode protein dari coronavirus yang ditemukan di hewan yang berbeda seperti burung, ular, marmut, landak, manis (trenggiling), kelelawar, dan manusia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X