Kompas.com - 21/01/2020, 19:34 WIB
FAST, teleskop radio terbesar dan paling sensitif yang pernah diciptakan. UNIVERSE TODAYFAST, teleskop radio terbesar dan paling sensitif yang pernah diciptakan.

KOMPAS.com – FAST (Five-hundred meter Aperture Spherical Telescope) telah resmi beroperasi. Ini adalah teleskop radio terbesar serta paling sensitif yang pernah diciptakan.

FAST memiliki diameter 500 meter dan berlokasi di Guizhou, China. Sebutan lain untuk FAST adalah Tianyan, yang dalam bahasa Mandarin berarti “mata langit”.

Meski berdiameter 500 meter, hanya 300 meter permukaan yang digunakan dalam satu waktu. Dilansir dari Universe Today, Selasa (21/1/2020), permukaan yang aktif tersebut berfungsi sebagai penerima (receiver).

Situs berita Xinhua menyebutkan bahwa FAST diprediksi akan menjadi terobosan baru dalam dunia teleskop. Sebagai teleskop radio yang sangat kuat, para ilmuwan yakin FAST akan menemukan sinyal-sinyal baru dalam tahun-tahun pertama beroperasi.

Baca juga: Ilmuwan NASA Gunakan Teleskop ini untuk Temukan Oksigen di Luar Bumi

FAST juga akan melaksanakan dua survei langit yang memakan waktu sekitar lima tahun. Tak sampai di situ, butuh waktu 10 tahun untuk menganalisis data yang didapatkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain melakukan survei langit, teleskop ini juga memiliki “tugas” untuk mencari tanda-tanda planet dengan daya magnet, yang akan sangat berguna untuk kehidupan masa depan.

Menemukan sinyal sejak 2017

FAST telah menemukan dua sinyal baru dari luar angkasa sejak tahun 2017. Bahkan, teleskop tersebut telah menangkap 102 sinyal dari luar angkasa hanya dalam waktu dua tahun.

Sensitivitas FAST dipercaya sebagai teleskop paling akurat hingga saat ini. Akurasinya mencapai 50 kali lebih tepat dibanding teleskop radio lainnya. FAST bisa mengukur frekuensi Nahertz yang sangat rendah.

Dari segi cakupan langit, FAST adalah teleskop tercanggih dalam hal radio astronomi. Kekuatannya empat kali lebih besar dibanding teleskop radio pada umumnya.

“Dengan begitu, ilmuwan dapat menemukan lebih banyak bintang dan fenomena kosmos bahkan mungkin kehidupan ekstraterestrial,” tutur Li Keija, ilmuwan dari Kavli Institute for Astronomy and Astrophysics di Peking University.

Baca juga: Gabung Breakthrough Listen, Teleskop Pemburu Planet NASA Ikut Cari Alien

FAST rampung pada 2016. Butuh waktu 20 tahun sejak kali pertama teleskop tersebut dirancang. Pembuatannya memakan biaya sekitar 170 juta dollar AS dan kini dioperasikan oleh Chinese National Astronomical Observatory.

Sebelum FAST diresmikan, teleskop radio terbesar adalah Arecibo Observatory di Puerto Rico. Bentuknya sama-sama seperti piring, namun FAST memiliki permukaan yang fleksibel sehingga bisa berubah bentuk. Hal itu karena FAST terbuat dari 4.500 panel individual.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Oh Begitu
Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Oh Begitu
Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Fenomena
Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Oh Begitu
Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X