Pemanasan Global, 2019 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Kompas.com - 17/01/2020, 18:32 WIB
Ilustrasi suhu panas ShutterstockIlustrasi suhu panas

Bahkan, kebakaran hebat di hutan-hutan benua ini telah membunuh hingga 1 miliar hewan.

Bumi sedang dalam kondisi yang tidak baik. PBB memeringatkan emisi karbon harus turun 7,6 persen per tahun untuk menyelamatkan bumi.

PBB mengatakan emisi buatan manusia harus turun hingga 2030, sebagai upaya membatasi naiknya suhu menjadi 1,5 derajat Celcius.

Hal itu sesuai dalam Perjanjian Paris 2015 yang ditandatangani oleh banyak negara.

Taalas mengungkapkan proses pencatatan cuaca modern sudah dimulai sejak tahun 1850. Sejak itu, suhu global telah meningkat dengan rata-rata 1,1 derajat Celcius.

Sebagian besar suhu panas dunia berada di lautan, maka kehidupan laut dan ekosistemnya yang paling besar terkena dampak panas global tersebut.

Beberapa bukti dari dampak pemanasan global itu yakni dengan kematian massal ikan, serta pemutihan karang yang terus meluas.

"Dengan kondisi emisi karbondioksida saat ini, kita tengah menuju peningkatan suhu tiga hingga lima derajat Celcius pada akhir abad ini," ungkap Taalas.

Baca juga: Apa Bedanya Pemanasan Global dengan Perubahan Iklim?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X