Kompas.com - 13/01/2020, 21:04 WIB

KOMPAS.com - Kanker anus menjadi salah satu risiko terbesar saat melakukan hubungan seks anal.

Kanker anus meliputi satu hingga dua persen dari seluruh kasus kanker usus dan selalu bertambah dari tahun ke tahun.

Pada perbandingannya, rasio pasien laki-laki hanya dua persen, sementara pasien wanita mencapai 3,5 persen.

Akademisi dan praktisi di Divisi Gastroentologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam, sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- RSCM, Ari Fahrial Syam, mengatakan bahwa kanker anus menjadi jenis penyakit yang langka namun berbahaya.

Baca juga: Bagaimana Dampak Seks Anal bagi Kesehatan?

Kanker ini menjadi kanker yang berkembang di anus atau dubur manusia, dengan berbagai faktor risiko yang ada sebagai berikut.

Faktor risiko kanker anus

- Infeksi Human papilloma virus

- Infeksi HIV

- Imunosupresi kronis

- Pasngan seksual multiple

- Receptive anal intercourse

- Perempuan

- Merokok

- Penyakit chron's

- Riwayat kanker serviks dan vagina

Baca juga: Mengenal CAFs, Penyebab Awal Kanker Usus Besar Menyebar

"Risiko kanker anus lebih tinggi pada beberapa kelompok populasi, salah satunya pada mereka yang melakukan seks anal sebagai penerima," kata Ari dalam acara bertajuk "Waspadai Kekerasan Seksual di Sekitar Kita: Dalam Tinjauan Medis", Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Hal itu karena anus atau dubur memang tidak siap menjadi tempat untuk dimasuki benda asing seperti penis. Selain itu, saluran rektum tersebut memang tempat terakhir di tubuh manusia bagi kuman, bakteri, serta jamur.

Oleh sebab itu, penyebaran infeksi organisme jahat sangat mungkin dapat terjadi.

Tanda dan gejala kanker anus

Seperti dilansir dari Hellosehat, umumnya tanda-tanda dan gejala kanker anus berupa rasa sakit di dalam saluran anus atau rektum, bahkan terkadang rasa sakit juga disertai dengan pendarahan pada anus.

1. Pendarahan

Gejala yang paling umum terjadi adalah pendarahan dari dalam atau sekitar anus.

2. Rasa sakit

Daerah anus Anda akan terasa sakit, terutama saat buang air besar.

3. Benjolan

Anda mungkin bisa merasakan adanya benjolan saat meraba anus.

4. Gatal-gatal

Area anus yang mengalami gatal-gatal parah juga merupakan tanda-tanda kanker.

5. Keluar lendir

Kanker ini juga terkadang ditandai dengan keluarnya cairan atau lendir dari anus.

6. Buang air besar tidak terkontrol

Anda mungkin menyadari adanya perubahan pada seberapa sering Anda buang air besar. Salah satu tanda kanker anus adalah terlalu sering buang air besar.

Meskipun demikian, Anda tetap harus waspada saat ada hal yang tidak biasa pada kondisi anus atau dubur Anda, karena pada kondisi terburuknya, kanker anus dapat menyebabkan komplikasi yang menyebarkan sel kanker ke hati dan paru-paru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.