Seri Baru Jadi Ortu: Cara Tepat Sterilisasi Peralatan Bayi di Rumah

Kompas.com - 13/01/2020, 20:32 WIB


KOMPAS.com - Banyak yang mengira mencuci peralatan menyusui dan makanan bayi dengan air sabun biasa sudah cukup, tetapi ternyata peralatan tersebut juga perlu disterilisasi.

Menurut dokter spesialis anak, dr Melanie Yudiana Iskandar, sterilisasi alat menyusui diharuskan setidaknya enam bulan pertama.

"Setelah enam bulan pertama, orang tua akan memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). Peralatan makan anak, seperti piring dan sendok, haruslah di sterilisasi," kata Melanie dalam rilis bertajuk Philips Dukung Orangtua untuk Memenuhi Nutrisi dan Proteksi Higienis Bayi yang diterima Senin (13/1/2020).

Hal ini dilakukan untuk memastikan anak selalu sehat dan tidak mudah sakit. Sterilisasi dapat dilakukan hingga anak berusia 12 bulan.

Baca juga: Pentingnya Sterilisasi Peralatan Bayi

Untuk memastikan alat makan dan menyusui bayi Anda tetap higienis, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orangtua.

1. Merebus peralatan makan dan menyusui

Salah satu cara tradisional yang biasa dilakukan untuk mensterilisasikan alat makan anak dan alat pompa ASI adalah merebusnya selama beberapa menit.

Pertama, siapkan panci dan isi dengan air, kemudian letakan peralatan makan atau menyusui yang akan digunakan.

Untuk memastikan semua bagian bebas dari bakteri atau kuman, pastikan semua bagian peralatan makan atau menyusui yang akan di rebus tertutupi air.

Baca juga: Ibu Menyusui Jangan Cemas Hasil ASI Perah Sedikit, Coba Tips Berikut

Setelah selesai merebus peralatan selama beberapa menit, tutup panci hingga peralatan perlu digunakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Budi Beberkan Upaya Tangani Stunting di Indonesia, Apa Saja?

Menkes Budi Beberkan Upaya Tangani Stunting di Indonesia, Apa Saja?

Oh Begitu
Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Oh Begitu
Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Oh Begitu
Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Oh Begitu
Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Oh Begitu
4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

Oh Begitu
Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Oh Begitu
Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Oh Begitu
Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fenomena
Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Fenomena
6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

Fenomena
Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Fenomena
98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.