Tak Perlu Lagi Ragu dengan Imunisasi

Kompas.com - 13/01/2020, 12:05 WIB
Ilustrasi vaksin shutterstockIlustrasi vaksin

Melalui surveilans yang baik diharapkan dapat mendeteksi, memperbaiki, dan mencegah kesalahan prosedur program imunisasi.

Adapun indikator kualitas program imunisasi yaitu respon yang cepat dan tepat oleh petugas kesehatan terhadap perhatian orang tua atau masyarakat tentang keamanan imunisasi, di tengah kepedulian masyarakat dan profesional tentang adanya risiko KIPI.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Beda Vaksinasi dengan Imunisasi

Tidak hanya itu, kegiatan pemantauan KIPI yang dilakukan meliputi menemukan kasus, melacak kasus, menganalisis kejadian, menindaklanjuti kasus, melaporkan, dan mengevaluasi kasus.

Dengan data yang ada dapat diperkirakan angka kejadian KIPI (rate KIPI) pada suatu populasi, mengidentifikasi peningkatan rasio KIPI yang tidak wajar pada batch vaksin atau merek vaksin tertentu. Memastikan bahwa suatu kejadian yang diduga KIPI merupakan koinsiden atau bukan disebabkan oleh imunisasi.

Bagian yang terpenting dalam pemantauan KIPI, kata Hinky, adalah menyediakan informasi kasus KIPI atau diduga kasus KIPI secara lengkap agar dapat dengan cepat dinilai dan dianalisis untuk mengidentifikasi dan merespon suatu masalah.

"Respon merupakan suatu aspek tindak lanjut yang penting dalam pemantauan KIPI," ujarnya.

Pada pelaksanaannya, diakui Hinky, menentukan penyebab KIPI, umumnya tidak mudah. Untuk menentukan penyebab KIPI diperlukan laporan dengan keterangan lengkap dan terperinci.

Baca juga: MUI: Dalam Situasi Darurat, Imunisasi adalah Kewajiban

Data yang diperoleh dipergunakan untuk mengkaji kasus dan mengambil kesimpulan. Di Indonesia, PMS (Post Marketing Surveillance) KIPI dilakukan secara pasif dan aktif.

Pelaporan KIPI dilaksanakan secara berjenjang dari lapangan sampai ke Sekretariat KOMDA PP-KIPI melalui institusi kesehatan daerah untuk akhirnya diterima oleh Kementerian Kesehatan cq Sub Direktorat Imunisasi/Komnas PP-KIPI.

Hasil data menunjukkan tidak ada kaitannya imunisasi dengan penyakit yang muncul pada pasien tersebut setelahnya, yang berarti bahwa program imunisasi di Indonesia aman.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X