BMKG Bantah Isu Adanya Megathrust di Selat Makassar

Kompas.com - 11/01/2020, 15:05 WIB
Ilustrasi gempa ShutterstockIlustrasi gempa


KOMPAS.com - Beredar isu gempa maha dahsyat akan terjadi di Selat Makassar karena adanya Zona Megathrust di wilayah ini.

Isu tersebut akhir-akhir ini cukup viral di media sosial. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) dengan tegas membantah isu tersebut.

Menurut Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, zona tersebut tidak ada di Selat Makassar.

Dalam rilisnya, Sabtu (11/1/2020), wilayah Pulau Sulawesi memang merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Aceh, Ada Aktivitas di Zona Megathrust

Sebab, wilayah ini memiliki tingkat aktivitas gempa yang tinggi. "Disebut kompleks karena memiliki banyak sebaran sumber gempa dengan berbagai mekanisme," ujar Daryono.

Dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia yang diterbitkan pada 2017 oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN), Pulau Sulawesi memiliki 48 struktur sesar aktif.

Selain itu, satu Zona Megathrust yang berhadapan dengan wilayah pesisir pantai Sulawesi Utara, Gorontalo dan sebagian Sulawesi tengah bagian utara.

Megathrust Sulawesi Utara merupakan sumber gempa memiliki potensi memicu gempa kuat.

Baca juga: 2 Gempa Besar Guncang Zona Megathrust Bengkulu, Begini Analisis BMKG

Adanya Sesar Naik Selat Makassar

Daryono menjelaskan megathrust adalah istilah untuk menyebut sumber gempa di zona penunjaman lempeng. Tepatnya, lajur subduksi landai dan dangkal.

Sedangkan di Selat Makassar, kata dia, tidak ada aktivitas penunjaman lempeng (Pate subduction).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X