Kompas.com - 07/01/2020, 21:03 WIB
Foto Dokumentasi BPBD Kabupaten Simeulue,  kondisi satu unit rumah warga Desa Badegong, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulu, Aceh  rusak akibat gempa, Selasa (07/01/2020). KOMPAS.COM/TEUKU UMARFoto Dokumentasi BPBD Kabupaten Simeulue, kondisi satu unit rumah warga Desa Badegong, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulu, Aceh rusak akibat gempa, Selasa (07/01/2020).

KOMPAS.com - Pulau Simeulue diguncang gempa tektonik dengan magnitudo M 6,1 pada Selasa (7/1/2020) pukul 13.05 WIB.

Episenter gempa terletak pada koordinat 2,3 LU dan 96,32 BT, tepatnya di laut pada jarak 19 kilometer arah selatan Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh.

Pusat gempa ini ada di kedalaman 20 kilometer.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, gempa yang mengguncang Pulau Simeulue merupakan gempa dangkal, akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di zona megathrust.

Baca juga: Gempa Hari ini: M5,1 Guncang Garut, Berpusat di Samudera Hindia

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dipicu penyesaran naik (thrust fault) yang merupakan ciri khas gempa megathrust," ujar Daryono kepada Kompas.com.

Meski tergolong gempa Megathrust, hasil pemodelan menunjukkan lindu ini tidak berpotensi tsunami.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data BMKG menunjukkan, gempa dirasakan di Simeulue dalam skala intensitas IV MMI hingga banyak warga berlarian ke luar rumah.

Sementara itu di Tapak Tuan, Singkil, Nias Utara dan Gunung Sitoli gempa dirasakan dalam skala intensitas III MMI.

Sedangkan di Medan guncangan mencapai II-III MMI, serta Nias Barat dan Meulaboh II MMI.

"Hasil zoom peta shake map gempa Simeulue lebih mendetailkan lagi estimasi tingkat goncangannya terutama di sisi wilayah selatan yang dapat berpotensi mencapai skala intensitas V-VI MMI. Sehingga diperkirakan gempa bumi ini menimbulkan kerusakan," ujar Daryono.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Oh Begitu
Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Fenomena
Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Oh Begitu
Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X