Kompas.com - 10/01/2020, 12:04 WIB

KOMPAS.com - Tanda perubahan iklim di Indonesia sudah terjadi. Peneliti sarankan pemerintah buat kebijakan dengan rencana jangka panjang.

Hal ini disampaikan oleh, Peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Gusti Ayu Ketut Surtiari, setelah sebuah acara bertajuk "Banjir Ibu Kota: Potret Aspek Hidrologi dan Ekologi Manusia" di Jakarta, Selasa (7/1/2019).

"Menghadapi perubahan iklim, memang merupakan master plan yang sangat panjang," kata Ayu.

Meskipun saat ini banyak yang berkata, ada rencana yang sudah dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim, tetapi kata Ayu, rencana itu malah sering berubah-ubah seolah menyesuaikan perubahan iklim.

Baca juga: Peringatan untuk Kita, Ahli Sebut Banjir dan Perubahan Iklim Berkaitan

"Walaupun ada (rencana) tapi suka diubah-ubah disesuaikan saja sama keadaan iklim (yang terjadi pada masanya)," kata Ayu.

Padahal perubahan iklim ini berlaku dalam jangka panjang, baik dampaknya dan juga prosesnya, adapun mengenai kebijakan untuk menghadapi perubahan iklim memang menjadi masalah global yang saat ini sedang dihadapi dunia.

Di Indonesia sendiri mengenai kebijakan menghadapi perubahan iklim, menurut Ayu, Indonesia sangat bisa mengambil kebijakan yang diputuskan sekarang dan berlaku menghadapi perubahan iklim hingga puluhan tahun ke depan, meskipun dampaknya belum bisa diprediksi secara pasti.

"Contohnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Itu kan jangka panjang untuk 20 tahun, nah kalau semuanya benar-benar mau kan itu salah satu contoh," ujarnya.

Untuk diketahui, RTRW adalah kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang wilayah kota, yang bersifat umum dari wilayah kota, yang merupakan penjabaran dari RTRW provinsi.

Tetapi, permasalahan yang ada pada akhirnya dibuat lagi, kebijakan di bawahnya atau jangka pendeknya, yang tidak benar-benar menempel atau erat dengan kebijakan awal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Oh Begitu
Kenapa Kulit Badak Tebal?

Kenapa Kulit Badak Tebal?

Oh Begitu
Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Oh Begitu
Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.