Peringatan untuk Kita, Ahli Sebut Banjir dan Perubahan Iklim Berkaitan

Kompas.com - 10/01/2020, 09:23 WIB
Wilayah RW 008, Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi masih terendam lumpur setinggi betis orang dewasa sepekan lebih usai Banjir Tahun Baru 2020, Kamis (9/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWilayah RW 008, Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi masih terendam lumpur setinggi betis orang dewasa sepekan lebih usai Banjir Tahun Baru 2020, Kamis (9/1/2020).

KOMPAS.com - Bencana banjir, tanpa disadari menjadi dampak dari perubahan iklim yang terjadi di dunia.

Hal ini disampaikan oleh Peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), Gusti Ayu Ketut Surtiari, dalam acara bertajuk " Banjir Ibu Kota: Potret Aspek Hidrologi dan Ekologi Manusia" yang diadakan di Jakarta, Selasa (7/1/2019).

Di luar faktor kondisi topografi dan geografis, dampak urbanisasi mengubah fungsi lahan menjadi bangunan, kurangnya ruang terbuka hijau dan tanah resapan air, serta tak ketinggalan turunnya permukaan bumi.

"Padahal bencana banjir ini adalah bentuk dampak perubahan iklim yang terjadi, dan mempengaruhi berbagai hal di lingkungan kita," kata Ayu.

Baca juga: Tambang Emas Disebut Penyebab Banjir Bandang di Banten, Ahli Jelaskan

Secara tidak disadari, kata Ayu, turunnya permukaan bumi termasuk di Jakarta dan sekitarnya yang selalu diungkap berbagai ahli, justru merupakan pengaruh dari perubahan iklim yang terjadi.

Untuk itu, Ayu menekankan bahwa risiko bencana jangka panjang dari akar perubahan iklim seharusnya menjadi prioritas oleh semua elemen masyarakat Indonesia dan dunia.

Negara lain mengatasi banjir

Dicontohkan Ayu, Belanda percaya bahwa perubahan yang terjadi di laut sangat memengaruhi banjir yang terjadi di sana.

Salah satu penanganan yang mereka lakukan sejak 1937 adalah membuat proyek Delta Plan.

Delta plan merupakan suatu perencanaan untuk menyelamatkan bagian barat Belanda dari ancaman air pasang.

Proyek raksasa ini dimulai dengan menutup Laut Zuiderzee dengan tanggul sepanjang 30 kilometer.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X