Penemuan Terbaru, Venus Juga Punya Gunung Berapi Aktif

Kompas.com - 05/01/2020, 18:04 WIB
Gunung berapi di permukaan Venus NASA/ESAGunung berapi di permukaan Venus

KOMPAS.com – Sebuah penelitian dilakukan oleh Universities Space Research Association (USRA). Penelitian yang dirilis pada 3 Januari 2020 tersebut dimuat dalam jurnal Science Advances.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan fakta baru bahwa Planet Venus memiliki gunung berapi aktif. Magma yang keluar dari gunung berapi tersebut diperkirakan baru berusia beberapa tahun.

Hal ini berarti Venus adalah satu-satunya planet, selain Bumi, yang memiliki aktivitas erupsi gunung.

“Jika (gunung berapi di Venus) aktif, maka Venus menjadi tempat yang baik untuk dikunjungi dalam rangka memahami interior sebuah planet,” tutur Dr Justin Filiberto, Kepala Penelitian dari USRA sekaligus ilmuwan dari Lunar and Planetary Institute (LPI).

Baca juga: Studi Ungkap, Venus Pernah jadi Planet Layak Huni

Sebagai contoh, lanjutnya, praktisi luar angkasa bisa mencari tahu mengapa beberapa planet berkondisi dingin dan beberapa planet lain seperti Bumi dan Venus memiliki gunung berapi.

“Misi pada masa mendatang harus terkait dengan perubahan pada permukaan planet dan mengumpulkan bukti-bukti konkrit,” tuturnya seperti dikutip dari SciTechDaily, Minggu (5/1/2020).

Gambar radar dari pesawat luar angkasa Magellan milik NASA, pada awal 1990, telah memperlihatkan permukaan Venus memiliki potensi adanya gunung berapi aktif.

ilustrasi Venus ilustrasi Venus

Sekitar tahun 2000, Venus Express milik European Space Agency (ESA) juga memperkirakan adanya gunung berapi berdasarkan data infrared pada malam hari di planet tersebut.

Namun hingga saat ini, belum diketahui usia pasti aliran magma pada gunung berapi tersebut.

Dr Filiberto dan rekan-rekan ilmuwannya membuat stimulasi atmosfer Planet Venus di sebuah laboratorium. Hal tersebut untuk membuktikan bagaimana mineral pada permukaan Venus berubah seiring waktu.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Kok Merkurius dan Venus Tak Punya Bulan?

Hasil eksperimen mereka menunjukkan bahwa mineral yang terdapat dalam basalt, olivine, bereaksi cukup tinggi terhadap atmosfer. Dalam hitungan minggu, olivine dilapisi oleh mineral iron-oxide serta magnetite dan hematite.

Hal tersebut meyakinkan para ilmuwan bahwa teuan Venus Express pada tahun 2000 bisa berubah cepat seiring berjalannya waktu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X