6 Fakta Kemarau Panjang dan Kekeringan Parah Tahun 2019

Kompas.com - 31/12/2019, 20:05 WIB
Karhutla Merembek ke Pemukiman dan Situs Budaya, Warga Mamasa Panik dan Berjaga di Perkampungan Mereka KOMPAS.COM/JUNAEDIKarhutla Merembek ke Pemukiman dan Situs Budaya, Warga Mamasa Panik dan Berjaga di Perkampungan Mereka

Daerah Rumbangaru, Sumba Timur mencatat rekor hari tanpa hujan terpanjang pada tahun ini yaitu 259 hari.

Baca juga: BMKG: Kondisi Musim Hujan dan Kemarau Cenderung Normal Tahun 2020

3. Musim kemarau lebih panjang dari normal

"Panjang musim kemarau 2019 di Indonesia cenderung lebih panjang dari normalnya," ujarnya.

Pada tahun 2019, ~46 persen dari 342 Zona Musim di Indonesia mengalami panjang musim kemarau sama hingga lebih panjang 6 dasarian (2 bulan) dari normalnya.

Hingga pemutakhiran data tanggal 20 Desember 2019, musim kemarau masih berlangsung di Jatim bagian timur, sebagian besar Pulau Sulawesi, sebagian Kepulauan Maluku, Papua Barat, dan Papua bagian selatan.

4. Terjadi karhutla cukup parah

Salah satu dampak kekeringan yang cukup parah pada tahun ini adalah memburuknya kualitas udara lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pada periode Karhutla Agustus - Oktober 2019, BMKG mencatat konsentrasi debu polutan berukuran kurang dari 10 mikron (PM10) di wilayah Sumatera menunjukkan kecenderungan tinggi.

Pada bulan September, konsentrasi semua wilayah di Sumatera melebihi nilai ambang batasnya (150 ug/m). Konsentrasi polutan di atas 450 ug/m terjadi di Pekanbaru pada 22-23 September yang mencapai 483.2 dan 420. 7 ug/m.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X