Inilah 5 Peristiwa Penting Astronomi yang akan Terjadi Pada 2020

Kompas.com - 29/12/2019, 12:35 WIB
Parker Solar Probe akan berhadapan dengan tantangan luar biasa sebelum mendekati matahari NASA/Johns Hopkins APL/Steve GribbenParker Solar Probe akan berhadapan dengan tantangan luar biasa sebelum mendekati matahari

Misi pengembalian ini akan terdiri dari empat modul yang dilakukan.

Dua modul akan mendarat di Bulan, satu dirancang untuk mengumpulkan sampel dan menstransfernya ke modul kedua, yang dirancang untuk naik ke permukaan bulan ke orbit, di mana ia akan berlabuh dengan modul ketiga.

Akhirnya sampel akan ditransfer ke modul keempat, juga di orbit bulan, yang akan mengembalikannya ke bumi.

4. Wahana antariksa korona Matahari

Sejak diluncurkan pada tahun 2018, Parker Solar Probe milik NASA semakin dekat dengan Matahari dengan setiap orbit yang lewat.

Wahana antariksa itu melakukan pengukuran korona Matahari yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan semakin dekat, semakin eksotis data yang ada.

Parker Solar Probe dijadwalkan untuk empat perihelions pada tahun 2020, ketika pesawat ruang angkasa datang paling dekat dengan Matahari selama orbit elips; 29 Januari, 7 Juni, 11 Juli, dan 27 September.

Selama perihelion September, Parker Solar Probe akan datang ke dalam jarak 14,2 kilometer atau 8,8 mil dari Matahari, dan saat itu akan bergerak pada 129 kilometer per detik atau 80 mil per detik.

Wahana antariksa itu akan berlangsung hingga 2025, ketika diperkirakan akan mencapai 6,9 juta kilometer atau 4,3 juta mil dari Matahari, di mana saat itu wahana antariksa itu kemungkinan besar akan terbakar.

Bahkan, dalam berita terkait, NASA/ESA Solar Orbiter akan diluncurkan dari Kennedy Space Center pada 5 Februari 2020.

Solar Orbiter akan mempelajari Matahari, atmosfer luarnya dan apa yang mendorong aliran konstan angin Matahari yang mempengaruhi Bumi.

Baca juga: Misi NASA Sentuh Matahari, Ungkap Perilaku Rumit yang Mengejutkan

5. Fenomena langit

Fase Gerhana Matahari Total terlihat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3/2016).KOMPAS / YUNIADHI AGUNG Fase Gerhana Matahari Total terlihat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3/2016).

Sejumlah gerhana matahari parsial akan terjadi pada tahun 2020, tetapi hanya beberapa wilayah saja yang dapat menikmatinya.

Gerhana Matahari Total (GMT) akan terlihat di beberapa bagian Amerika Selatan pada 14 Desember 2020.

Bulan purnama yang langka akan muncul bertepatan pada perayaan Halloween, dan itu dinyatakan cukup menarik karena tidak akan terjadi lagi sampai tahu 2035 mendatang.

Gabungan dari Saturnus dan Jupiter akan terjadi pada 21 Desember 2020, dan menyebabkan raksasa gas muncul sebagai planet ganda yang cerah.

Halaman:


Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Fenomena
CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Oh Begitu
Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Oh Begitu
BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

Oh Begitu
BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X