Lahir Prematur Bisa Jadi Faktor Risiko Hipertensi pada Anak, Kok Bisa?

Kompas.com - 23/12/2019, 18:04 WIB
Ilustrasi bayi ShutterstockIlustrasi bayi

KOMPAS.com - Kelahiran bayi prematur bisa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit hipertensi pada anak dan remaja.

Hal ini disampaikan oleh Prof Dr dr Partini Pudjiastuti SpA(K) MM(Paed) dalam acara pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta, Rabu (18/12/2019).

"Prematuritas dan bayi berat lahir rendah juga merupakan faktor risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular pada anak," kata dia.

Di Indonesia, hampir sepertiga bayi lahir prematur.

Bahkan 5,9 sampai 6,5 persen lahir dengan berat lahir rendah atau kurang dari 2500 gram, karena pada umumnya bayi prematur lahir pada usia kurang dari 37 minggu.

Baca juga: Gigi Berlubang dan Gusi Berdarah Picu Kelahiran Prematur, Kok Bisa?

Untuk diketahui, bayi yang lahir prematur akan mengalami gangguan pada semua organ yang belum terbentuk dengan matang saat dalam kandungan.

Untuk kondisi kesehatan jangka panjang, kata Pudji, dapat menimbulkan terjadinya peningkatan risiko penyakit tidak menular. Beberapa di antaranya hipertensi dan diabetes saat usia si kecil mencapai enam atau tujuh tahun.

Pada kondisi pembentukan organ tubuh yang belum sempurna itu juga, bayi prematur cenderung tubuhnya menghasilkan lebih banyak metabolit terkait dengan peradangan, tekanan darah tinggi dan penumpukan lemak yang lebih besar.

Untuk mencegah dan menjaga bayi prematur memiliki hipertensi di kemudian hari, salah satu yang bisa dilakukan adalah memberi Air Susu Ibu ( ASI) eksklusif.

Tapi ironisnya, Pudji menemukan sebanyak 65,7 persen bayi usia 0-23 bulan tidak pernah disusui ibunya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X