Kompas.com - 16/12/2019, 19:33 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

KOMPAS.com - Ketika berbicara mengenai penyakit jantung, banyak orang beranggapan bahwa pria lebih berisiko daripada wanita. Namun, data menunjukkan bahwa wanita ternyata lebih banyak yang mengidap penyakit jantung dibanding pria.

Dalam data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit jantung pada wanita mencapai 1,6 persen. Angka ini lebih besar dibandingkan prevalensi pada laki-laki yang "hanya" 1,3 persen.

Dokter Spesialis Dalam dan Konsultan Kardiovaskular Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Sally Aman Nasution, Sp.PD, KKV, mengatakan bahwa kesenjangan ini dikarenakan gejala penyakit jantung pada wanita tidak sama dengan yang terjadi pada pria.

"Kenapa wanita lebih banyak terkena penyakit jantung? Itu karena gejalanya berbeda dibandingkan laki-laki, jadi lebih sulit didiagnosis dan diobati," kata Sally dalam sebuah acara bertajuk Waspadai Penyakit Jantung pada Wanita dari Philips, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Menurut Sally, justru gejala penyakit jantung pada wanita seringkali disalahartikan sebagai penyakit lain, seperti maag, sehingga banyak kasus penyakit jantung pada wanita menjadi tidak terdeteksi.

Tidak hanya itu, nyeri dada ataupun sesak napas yang identik pada para pria penderita penyakit jantung, cenderung tidak begitu dialami oleh wanita. Kalau pun wanita mengalami sesak napas atau nyeri dada, banyak dari mereka yang beranggapan bahwa gejala tersebut hanya sekadar akibat menstruasi dan lain sebagainya.

Penyakit jantung pada masa menopause

Penyakit jantung pada wanita sering kali muncul pada wanita yang sudah memasuki masa menopause atau lanjut usia.

Hal ini disebabkan oleh menurunnya hormon estrogen pada wanita. Padahal, hormon estrogen berfungsi untuk melindungi jantung dan membuatnya lebih kuat.

"Tapi kalau menopause, hormon estrogen itu berkurang, jadinya jantung yang harusnya terlindungi jadi rentan penyakit dan gangguan lainnya, apalagi plak di pembuluh darah juga semakin menumpuk," ujarnya.

Pada saat wanita sudah lanjut usia, maka beragam faktor risiko lainnya juga menjadi sangat sulit untuk dihindari. Oleh sebab itu, diakui Sally, dokter dan tim medis juga akan sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, karena risikonya bukan hanya terkait persoalan jantung saja, tetapi juga bisa berakibat kepada organ yang rentan lainnya juga.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kita
Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Oh Begitu
Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Fenomena
BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

Fenomena
Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Kita
Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.