Kompas.com - 16/12/2019, 18:03 WIB
Ilustrasi stroke ShutterstockIlustrasi stroke

KOMPAS.com - Stroke merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di masyarakat dan sangat dikhawatirkan. Ini karena stroke dapat menjadi penyebab utama kelumpuhan dan kerusakan sel otak, hingga paling buruk kematian.

Stroke muncul akibat adanya gangguan aliran darah menuju otak, sehingga membuat otak kekurangan oksigen dan nutrisi.

Menurut dokter spesialis saraf (Neurologist), dr. Eka Harmeiwaty Sp.S, stroke cenderung muncul secara tiba-tiba. Ini sama seperti kemunculan penyakit jantung.

Pembedanya, stroke masih memerlukan waktu untuk membuat seseorang daam kondisi paling buruk.

Baca juga: Hipertensi Jadi Faktor Utama Stroke, Lakukan PTDR untuk Mencegahnya

Mengenal tanda dan gejala stroke saja tidak cukup.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Eka menuturkan, ada 60 menit berharga yang perlu diketahui untuk menyelamatkan orang yang pertama kali mengalami stroke.

Gejala stroke

Berikut gejala stroke yang pelu Anda ketahui diantaranya:

  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Kehilangan keseimbangan, bermasalah dengan berjalan
  • Kelelahan
  • Kehilangan kesadaran atau koma
  • Vertigo dan pusing
  • Penghilatan yang buram dan menghitam
  • Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi bagian tubuh di wajah, tangan, kaki
  • Adanya masalah dengan berbicara dan pendengaran.


60 menit yang sangat bermakna

Penting untuk diketahui, seseorang mengalami stroke akibat penyumbatan, maka ia dapat selamat dari kematian dan kecacatan apabila segera mendapatkan pengobatan dalam kurun waktu 4,5 jam pasca serangan.

Terkait pertolongan pertama pada seseorang yang mengalami serangan stroke, masyarakat disarankan segera membawa pasien stroke ke rumah sakit agar pemeriksaan penunjang dan pengobatan segera dilakukan.

"Pasien stroke yang datang ke rumah sakit dalam waktu kurang 60 menit menunjukkan hasil pengobatan yang baik, di mana 25 persen segera menjadi pulih,” kata dia.

FAST

Masyarakat juga diharapkan dapat mengenali gejala stroke yang beragam, paling mudah adalah dengan metode Face Arms Speech Time (FAST).

Fast (F)

F adalah singkatan untuk Face: memperhatikan wajah pasien apakah turun sebelah atau mencong.

Arm (A)

A atau Arm untuk menilai apakah ada kelemahan pada salah satu lengan atau tangan.

Speech (S)

S atau Speech untuk menilai apakah ada kesulitan berbicara seperti pelo.

Time (T)

T atau Time, bila tanda-tanda tersebut terlihat, jangan buang waktu segera hubungi tenaga medis untuk mendapatkan pertolongan.

Pencegahan stroke

Dituturkan Eka, pencegahan stroke dapat dilakukan dengan menjaga gaya hidup tentang olahraga dan mengontrol asupan makanan.

Namun, selain itu karena stroke juga bisa disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi.

Maka pencegahan stroke juga harus melakukan target tekanan darah pada pagi dan malam hari dengan Periksa Tekanan Darah di Rumah berkisar angka kurang dari 135/85 mmHG.

Pada pagi hari dilakukan satu jam setelah bangun tidur, pasien telah buang air kecil, sebelum sarapan dan sebelum minum obat.

Bila melakukan olah raga harus istirahat dulu selama 30 menit.

Sedangkan, pada malam hari pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum tidur. Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal dua kali setiap pemeriksaan dengan interval 1-2 menit.

Untuk diagnosis hipertensi diambil dari rerata dari hasil pengukuran kedua pemeriksaan dalam waktu minimal tiga hari atau lebih.

Baca juga: Stroke Tempati Urutan Kedua Penyebab Kematian, Kenali Faktor Risikonya

"Kalau bisa sih, sangat dianjurkan selama tujuh hari secara berturut-turut. Juga pengukuran pada hari pertama abaikan saja atau tidak perlu masuk dalam perhitungan," tuturnya.

Selama pengukuran yang bersangkutan tidak boleh berbicara atau mengobrol dan sangat dianjurkan menggunakan alat pengukur yang tervalidasi.

Pengukuran dilakukan di lengan, bukan di pergelangan tangan kecuali untuk orang dengan obesitas, bila tidak tersedia ukuran cuff yang sesuai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Oh Begitu
Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Fenomena
Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Oh Begitu
Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X