Apa Isi Riset LGBT yang Bikin Dwi Estiningsih Ditegur Peneliti Asing?

Kompas.com - 13/12/2019, 16:55 WIB
Ilustrasi LGBT Ilustrasi LGBT

KOMPAS.com - Nama Dwi Estiningsih sedang ramai dibicarakan di sosial media, khususnya Twitter. Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut, kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) memiliki gangguan jiwa.

Dalam utas yang dibuatnya, Dwi menyertakan beberapa riset ilmiah yang dirasa dapat mendukung pernyataannya.

"Mohon maaf, bukan maksud saya tdk memberi sumber/jurnal kajian ilmiah tentang #LGBT. Anda-anda para pembela #LGBT tdk terima klo sy rangkumkan (simpulkan)?. Sy khawatir anda tdk mau baca. Baca pun, anda apa paham? Maaf-maaf cakap, bukan meremehkan. Tapi anda sok-sokan Ilmiah," tulis Dwi mengawali utas yang dibuat Jumat (6/12/2019).

Dalam mengutip hasil riset itu, Dwi hanya mengambil satu kalimat. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan makna dan pengertian berbeda.

Apa yang dilakukan Dwi pun mendapat teguran langsung oleh para peneliti asing yang melakukan riset. Mereka beranggapan, Dwi tidak utuh memberi informasi dan apa yang disimpulkan salah kaprah.

Lantas, apa sebenarnya isi jurnal ilmiah yang dikutip Dwi?

Baca juga: Secara Biologi dan Kedokteran, LGBT Normal atau Tidak?

1. Riset Jaime M. Grant dengan judul Injustive at Every Turn, a report of the national transgender discrimination - 2011

Dalam utasnya, Dwi menulis bahwa jurnal ini menyampaikan 93,8 persen LGBT mempunyai satu gangguan kepribadian.

"93,8% #LGBT mempunyai setidaknya satu gangguan kepribadian, yang paling umum adalah borderline, obsesif kompulsif dan gangguan kepribadian menghindar," tulis Dwi.

Penelusuran Kompas.com terkait penelitian ini,  tidak ada kutipan seperti yang disebutkan Dwi dalam twitnya,

Studi ini justru mengamati deskriminasi yang dirasakan oleh kaum LGBT.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X