Percaya Ramalan Zodiak? Teori Psikologi Beberkan Faktanya

Kompas.com - 12/12/2019, 19:02 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Pernahkah Anda membaca ramalan bintang, dan merasa bahwa apa yang diramalkan adalah benar? Atau mengikuti kuis di sebuah situs dan merasa bahwa yang disebutkan sangat familiar?

Jika ya, Anda telah dipermainkan oleh teori psikologi bernama Barnum Effect.

Barnum Effect, disebut juga Forer Effect, merupakan fenomena yang melanda seorang individu ketika ia percaya bahwa sebuah deskripsi ditujukan personal untuk dirinya. Padahal, deskripsi tersebut ditujukan kepada orang banyak.

Hal itu berarti, seseorang akan merasa bahwa informasi yang didapatkan untuk dirinya adalah benar. Padahal informasi itu sangat umum.

Baca juga: Benarkah Zodiak Berhubungan dengan Kepribadian Seseorang?

Situs Encyclopedia Britannica menyebutkan bahwa ahli nujum, peramal, pembuat horoskop dan ramalan bintang menggunakan Barnum Effect untuk meyakinkan pembaca. Bahwasanya apa yang mereka baca ditujukan personal, sehingga membuat diri mereka merasa spesial.

Barnum Effect diambil dari nama seorang penggiat hiburan di AS, Phineas Taylor Barnum (P.T. Barnum). Ia adalah sosok yang menjadi inspirasi di balik film “The Greatest Showman”.

Barnum Statements

Frase yang terdengar spesifik padahal sebenarnya umum disebut Barnum Statements. Prosesnya merupakan sebuah formula bias kognitif bernama subjective validation (validasi subjektif).

Bias kognitif ini langsung masuk ke otak, membuahkan pemikiran bahwa frase tersebut ditujukan langsung kepada Anda.

Resep P.T. Barnum sendiri untuk membuat acaranya sukses adalah “selalu memiliki hal personal untuk setiap orang”. Itulah mengapa teori ini menggunakan namanya.

Barnum StatementsSLIDESHARE Barnum Statements

Psikolog Barry Beyerstein menuliskan bahwa harapan dan ketidakpastian membangunkan intuisi psikologis pada manusia. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh banyak pebisnis.

"Otak Anda memiliki kecenderungan untuk mengaitkan hal-hal umum menjadi sesuatu yang personal. Tak hanya itu, otak Anda juga secara sadar membuang informasi-informasi yang dirasa tidak cocok," tulis Barry dalam penelitiannya.

Oleh karena itu, Barnum Effect akan lebih maksimal saat digunakan lewat kalimat-kalimat bermakna positif. Jika digunakan pada kalimat-kalimat bermakna negatif, besar kemungkinan seseorang akan menepisnya karena tidak sesuai dengan intensi mereka membaca ramalan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X