Kompas.com - 04/12/2019, 09:17 WIB

Meski masuk dalam kategori bentuk udang koma, menurut Luque, fosil udang dari Eropa itu tak dapat dikaitkan dengan keluarga modern utama udang koma.

Dalam penelusuran studinya, Luque menemukan bahwa Eobodotria muisca memiliki kaitan erat dengan keluarga Bodotriidae udang koma. Hal ini menjadikan rentetan panjang catatan fosil keluarga udang itu selama hampir 100 juta tahun terakhir.

Spesies baru ini hidup selama pertengahan Cretaceous, ketika laut pedalaman yang panjang dan sempit menutupi sebagian besar wilayah yang sekarang disebut Andes Timur dan Kolombia Tengah.

Kesamaan antara Eobodtria muisca dan kerabat modernnya menunjukkan bahwa tingkat perubahan anatomi eksternal selama jtaan tahun dalam kelompok ini terbilang rendah, jika dibandingkan dengan kelompok krustasea lain yang ditemukan di lokasi yang sama.

Luque juga mencatat, penyimpanan fosil yang baru ini menjadi yang pertama dari jenisnya di Amerika Selatan bagian utara.

Baca juga: Temuan Fosil di Colorado, Bukti Nyata Mamalia Gantikan Era Dinosaurus

Banyak ditemukan fosil Eobodotria muisca jantan dewasa

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sarah Gerken dari Universitas Alaska, Anchorage, sebagai rekan Luque mengatakan bahwa sebagian besar fosil Eobodotria muisca yang mereka temukan adalah jantan dewasa.

Cirinya yaitu memiliki antena yang besar dan juga pelengkap ekor, yang jarang dimiliki oleh jenis betina.

Antena yang besar tersebut akan berfungsi untuk mencari dan mencium keberadaan betina di kolom air, sedangkan pelengkap ekor udang tersebut berfungsi untuk berenang.

Hal itu menurut para peneliti dianggap masuk akal untuk dapat dijadikan penjelasan mengapa lebih banyak fosil Eobodotria muisca jantan dewasa yang ditemukan.

Itu karena udang jantan dewasa dapat mati secara tiba-tiba di kolom air ketika mengerumuni udang betina, dan kemudian tenggelam ke dasar lunak tempat mereka menjadi fosil saat ini.

Penemuan ini tidak hanya membantu ahli paleontologi memahami asal usul tubuh lengkung udang koma, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu memahami asal usul krustasea terkait pohon keluarga evolusi udang koma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Futurity
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.