Menurut Sejarawan, Teori Evolusi Darwin Lahir dari Indonesia

Kompas.com - 02/12/2019, 09:30 WIB
Kiri: The Malay Archipelago, Kanan: The Origin of Species WikipediaKiri: The Malay Archipelago, Kanan: The Origin of Species

Padahal, kata dia, teori evolusi Darwin sangat mungkin sekali hadir karena terinspirasi dari karya Wallace.

"Saat itu Wallace mengirim surat ke Inggris, kemudian dibacakan di depan linear society dan satu tahun kemudian, buku Darwin yang berjudul The Origin of Species yang berisi tentang teori evolusi itu terbit," tutur Rizal.

Baca juga: Bingungkan Darwin, Misteri Penyebaran Tanaman Berbunga Kini Terjawab

Buku Darwin tersebut menurut Rizal sangat mungkin terinspirasi atau disebut eureka dari karya Wallace sebelumnya.

"Di mana artinya, seharusnya Indonesia merayakan atas heritage atau warisan sejarah yang besar, bahwa nusantara pernah menjadi tempat penemuan teori akbar dalam sejarah ilmu pengetahuan, dan cara Wallace bekerja juga menarik, sehingga dapat menjadi inspirasi tentang pentingnya sains," jelasnya.

Namun hari ini, kata Rizal, justru ironisnya sains di Indonesia seperti tidak punya tempatnya dan saat ini justru terancam karena tidak adanya perangai ilmiah dan tidak menghargai situs-situs sejarah.

Terutama dalam bentuk bentang alam yang besar dengan kekayaan flora dan fauna, yang sudah digambarkan oleh Wallace, sekarang digantikan oleh perkebunan yang beraneka macam yang mengancam spesies-spesies.

Secara sederhananya Rizal menyatakan bahwa Wallace dalam karya The Malay Arcipelago ini dapat menjadi alternatif wawasan dalam tiga hal.

1. Suatu kebanggaan besar bahwa penemuan dalam sejarah ilmu pengetahuan (sains) tingkat dunia seperti teori evolusi bermula dari pengetahuan di Ternate, Indonesia.

2. Memberi tahu betapa mirisnya Indonesia yang hampir kehilangan dan semakin kehilangan orang-orang yang memainkan peranan penting dalam dunia sains di tingkat internasional, seperti untuk terlibat dalam wacana saintifik di tingkat internasional.

3. Ruang penelitian ekologi Indonesia yang begitu besarnya, menjadi yang paling miris karena terancam oleh kepentingan kapitalistik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X