Bayi Aneh di India Jadi Tontonan Warga, Kenapa Tak Ada yang Menolong?

Kompas.com - 29/11/2019, 18:03 WIB
Kiri dan tengah: penampakan bayi dengan Harlequin ichthyosis dalam video yang viral. Kanan: Ilustrasi Harlequin ichthyosis WikipediaKiri dan tengah: penampakan bayi dengan Harlequin ichthyosis dalam video yang viral. Kanan: Ilustrasi Harlequin ichthyosis

KOMPAS.com - Informasi mengenai bayi aneh di India menjadi viral di media sosial Indonesia.

Dalam pesan yang beredar, dikatakan bahwa bayi yang dikandung selama 11 bulan memakan usus ibunya. Bayi tersebut bahkan harus disuntik mati 17 kali agar meninggal.

Berikut informasi lengkapnya:

Bayi ini 11 bln dlm perut ibunya. Habis usus ibunya dimakan oleh Bayi ini, kemudian dokter mengoprasi ibunya untuk mengeluarkan Bayi ini... Ketika Bayi ini keluar, dia gigit tangan perawat... Setelah 3 jam si Perawat meninggal, IBU Bayi ini pun meninggal setelah Bayi ini keluar... Bayi ini lahir dgn berat 8 kg, setelah 3 jam bertambah naik beratnya menjadi 13 kg... Bayi ini lahir hari jumat, tidak tahu Allah ingin kasi peringatan apa untuk kita semua... Bayi ni kemudian dibunuh, dokter memberinya suntik mematikan sampai 17 kali baru bayi ini mati... Ini kisah benar-benar terjadi di India... Wallahu A'lam

Bersama dengan informasi tersebut, disertakan juga video yang menunjukkan seorang bayi dengan kulit kekuningan pecah-pecah, mata merah dan mulut lebar.

Dalam video terlihat bahwa bayi itu tergeletak di rumput dan orang-orang hanya menontonnya.

Baca juga: [Hoaks] Video Bayi Aneh di India, Nama Kondisinya Harlequin Ichthyosis

Dari pemberitaan Kompas.com tentang bayi India yang akhirnya diketahui memiliki kelainan genetik Harlequin Ichthyosis, muncul berbagai komentar dari masyarakat.

Salah satunya mempertanyakan, kenapa orang-orang dalam video hanya menonton bayi tersebut dan tidak menolongnya.

Hal ini pun menarik untu ditelisik lebih jauh. Apakah fenomena menonton bayi dengan sindrom Harlequin disebabkan oleh faktor yang sama dengan fenomena menonton orang kecelakaan?

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi psikolog klinis dari Personal Growth, Kantiana Taslim.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X