Temuan Fosil Es 4,6 Miliar Tahun pada Meteorit, Ungkap Awal Tata Surya

Kompas.com - 27/11/2019, 11:28 WIB
Peneliti temukan fosil es dalam meteorit kuno bernama Acfer 094. foxnewsPeneliti temukan fosil es dalam meteorit kuno bernama Acfer 094.

KOMPAS.com - Sebuah meteorit yang ditemukan di gurun Aljazair pada 1990 bisa menjadi petunjuk baru dari terbentuknya Tata Surya.

Meteorit berumur 4,6 miliar tahun atau kira-kira seusia dengan Tata Surya ini pun menjadi kapsul waktu yang sarat dengan informasi geologis mengenai terbentuknya Tata Surya.

Dalam studi yang dipimpin oleh Megumi Matsumoto, ilmuwan planet dari Universitas Kyoto, dilakukan berbagai metode sampel, mikroskop, dan spektroskopi pada batu luar angkasa tersebut.

Baca juga: NASA Deteksi Bahan-bahan Pembangun Kehidupan di Dalam 2 Meteorit

Menurut Matsumoto, apa yang mereka temukan adalah sisa debu es yang terbentuk dari bahan silikat berpori, sulfida, dan bahan organik.

"Ini adalah salah satu blok bangunan planet dalam model pembentukan tata surya," kata Matsumoto, seperti dilansir Live Science, Senin (25/11/2019).

"Sisa-sisa debu-es yang halus ini juga dikenal sebagai litologi berpori-ultra, terlihat seperti agregat halus kecil dari butiran silikat yang ditutupi dengan mantel es H2O," imbuhnya.

Peneliti kemudian menemukan keberadaan fosil es atau silikat berpori yang merupakan sulfida dan material organik yang membentuk planet-planet di Tata Surya. Fosil es tersebut tersebar di meteorit kuno bernama Acfer 094 ini.

Temuan ini memungkinkan para peneliti untuk mempelajari materi yang membentuk objek seperti asteroid dan planet di Tata Surya kita, termasuk asal material tersebut.

Peneliti pun menggunakan model yang menyimulasikan bagaimana Acfer 094 tumbuh dan bagaimana planet-planet di Tata Surya terbentuk.

Mereka menemukan bahwa partikel es dan debu halus menjadi lebih besar di luar garis salju dan kemudian menuju ke Matahari.

Garis salju sendiri merupakan jarak dari matahari yang cukup dingin untuk membentuk sebuah objek. Seiring pergerakan mereka ke arah Matahari, es mulai mencair dan meninggalkan fosil es.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X