Tumbukan Meteorit Seukuran Bola Tenis Ciptakan Kawah 15 Meter di Bulan

Kompas.com - 24/01/2019, 15:00 WIB
Saat gerhana bulan pada 21 Januari lalu, sebuah meteorit menghantam permukaan bulan Saat gerhana bulan pada 21 Januari lalu, sebuah meteorit menghantam permukaan bulan

KOMPAS.com - Para peneliti dikejutkan dengan tumbukan meteorit saat gerhana bulan pada Senin (21/01/2019). Gerhana ini memang tidak terlihat dari Indonesia.

Meski begitu, kabar tumbukan meteorit ini juga menyita perhatian para astronom Indonesia. Salah satunya adalah Marufin Sudibyo, seorang astronom amatir.

"Jadi ada dua kejadian tumbukan meteorit di Bulan hanya dalam selisih beberapa menit. Lokasinya sangat berbeda, nyaris berseberangan," ungkap Marufin kepada Kompas.com, Kamis (24/01/2019).

Namun, perhitungan yang akan diungkap Marufin kali ini adalah tumbukan meteorit pertama.

"Tumbukan pertama terjadi di koordinat 29,47 LS 67,77 BB Bulan," kata Marufin.

Baca juga: Kali Pertama, Meteorit Hantam Permukaan Bulan saat Blood Moon

"Tepatnya sekitar 180 km dari kawah Byrgius, salah satu kawah terkenal di Bulan karena memiliki rays sepanjang 400 km," imbuhnya.

Rays sendiri adalah jejak semburan material produk tumbukan benda langit di masa silam. Dengan kata lain, kawah Byrgius juga tercipta akibat tumbukan meteorit.

"Tumbukan itu (saat gerhana) bikin kelipan cahaya seterang antara magnitudio +7 sampai dengan +8," ujar Marufin.

Kelipan cahaya inilah yang tertangkap kamera beberapa astronom dan pengamat gerhana di beberapa negara seperti Kanada.

Salah satu orang yang berhasil mengabadikan tumbukan meteorit itu adalah Jose Maria Madiedo, astrofisikawan dari University of Huelva, Spanyol.

Marufin kemudian membuat perhitungan tumbukan meteorit di bulan tersebut.

"Dengan asumsi kecepatan meteor dan sudut datangnya sama dengan rata-rata yang masuk Bumi, maka massa meteoritnya kurang dari 1 kg," tutur Marufin.

Sebagai informasi, rata-rata kecepatan meteor yang masuk ke bumi adalah 17 km per detik. Sedangkan sudut datang meteor rata-rata 45 derajat.

Marufin menjelaskan kemungkinan massa meteorit antara 350 sampai 900 gram.

"Energi kinetik tumbukannya setara bom kecil, antara 12 sampai dengan 30 kg TNT," ucap Marufin.

"Diameter meteoritnya kecil, antara 6 sampai 10 sentimeter," sambungnya.

Jika dibayangkan dengan diameter tersebut, meteorit ini hanya seukuran antara bola pingpong dan bola tenis.

Baca juga: Meteorit Bulan Dilelang Rp 9,3 Miliar, Apa Istimewanya?

"Tumbukan memproduksi kawah baru dengan diameter antara 10 sampai dengan 15 meter," kata Marufin.

"Cukup mudah diidentifikasi oleh satelit observasi Bulan seperti Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO)," tegasnya.



Close Ads X