NASA Deteksi Bahan-bahan Pembangun Kehidupan di Dalam 2 Meteorit

Kompas.com - 21/11/2019, 07:04 WIB
Ilustrasi meteorit ikonacolorIlustrasi meteorit

KOMPAS.com - Sekelompok peneliti NASA dan tiga universitas Jepang melaporkan telah menemukan bahan-bahan pembangun kehidupan di dalam dua meteorit yang berbeda.

Bahan-bahan yang dimaksud adalah molekul-molekul gula yang sangat penting bagi perkembangan kehidupan di Bumi.

Hal ini pun menguatkan dugaan bahwa kehidupan di Bumi mungkin tercipta berkat tubrukan meteor yang membawa gula.

Dilansir dari Futurism, Selasa (19/11/2019); salah satu gula yang ditemukan adalah ribosa.

Senyawa ini merupakan komponen yang membentuk RNA, yang menurut para peneliti terbentuk duluan dalam sejarah evolusioner sebelum terbentuknya DNA.

Baca juga: Penemuan Mengubah Dunia: Tes DNA, Bermula dari Temuan Golongan Darah

Peneliti utama studi, Yoshihiro Furukawa dari Tohoku University, mengatakan, penelitian ini memberi bukti langsung pertama mengenai adanya ribosa di luar angkasa dan pengiriman gula ke Bumi.

"Gula luar angkasa ini mungkin berkontribusi pada pembentukan RNA di Bumi prebiotik yang kemudian mengarah ke awal kehidupan," ujarnya.

Menariknya, hasil penelitian juga menemukan bahwa atom karbon yang ditemukan pada molekul gula meteorit berbeda dengan yang biasa ditemukan di Bumi.

Hal ini menambah rumit pemahaman akan pembentukan kehidupan di Bumi.

Para peneliti pun berharap dapat menemukan hasil serupa pada batuan ruang angkasa yang masih murni, seperti yang sedang dibawa oleh wahana antariksa Hayabusa 2 dari asteroid Ryugu.



Sumber Futurism
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Kita
Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X