Risiko Influenza Sangat Tinggi Saat Traveling, Ini Antisipasinya

Kompas.com - 26/11/2019, 13:04 WIB
- shutterstock-

KOMPAS.com - Seseorang sangat berisiko terjangkit atau tertular virus influenza saat melakukan perjalanan, terutama jika bersama dengan orang yang juga mengalami influenza.

Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof dr Cissy B Kartasasmita SpA(K) PhD, mengatakan bahwa risiko penyebaran virus influenza terjadi saat seseroang mulai melakukan perjalanan, baik melalui transportasi udara (pesawat), laut (kapal laut), atau darat (bus atau kereta api) sekalipun.

"Apalagi misalnya Anda merencanakan perjalanan waktu liburan tiba, pada waktu itu sejumlah bandara, stasiun, dan terminal pasti dipadati oleh banyak orang. Dan bisa jadi salah satu atau beberapa di antara mereka terkena influenza. Itu mudah sekali tertular karena bisa lewat udara juga," kata Cissy dalam acara Bebas Influenza Saat Travelling di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Risiko penyebaran virus influenza selama liburan juga bergantung pada waktu keberangkatan dan daerah tujuan.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Influenza Bisa Picu Komplikasi hingga Kematian

 

Di belahan utara bumi, peningkatan risiko terjadi sekitar Oktober hingga April atau Mei, dan di belahan bumi selatan, sekitar April hingga September. Sementara di beberapa negara tropis, seperti Indonesia, penyebaran flu bisa terjadi sepanjang tahun.

Untuk mengantisipasinya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan sebagai cara paling efektif untuk mencegah influenza.

"Influenza adalah penyakit menular yang paling umum diderita para pelancong mancanegara dan bisa dicegah dengan vaksin. Vaksinasi influenza merupakan cara yang efektif untuk mencegah infeksi virus influenza," kata Cissy.

Lakukan vaksinasi influenza setidaknya dua minggu sebelum melakukan perjalanan sebab vaksin influenza membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk membentuk antibodi.

Baca juga: Cakupan Vaksin Influenza di Indonesia Tak Sampai 1 Persen

Vaksin influenza bekerja untuk membantu kekebalan tubuh, namun hanya akan bertahan setidaknya satu tahu setelah pemberian vaksinasi influenza tersebut dilakukan. Hal itu dikarenakan virus penyebab influenza secara terus menerus melakukan mutasi gen.

"Makanya kita butuh divaksin setiap tahun, untuk menjaga diri dari terkena virus influenza ini," ujar dia.

Untuk diketahui, 1 November 2018 telah disepakati para ahli kesehatan sedunia sebagai World Flu Day (WFD) atau Hari Flu Sedunia. Momentum ini dimanfaatkan para ahli kesehatan untuk mendorong kerja sama global dalam pencegahan dan pengendalian wabah influenza di tahun 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X