Kompas.com - 26/11/2019, 10:29 WIB
influenza SHUTTERSTOCKinfluenza

KOMPAS.com — Influenza kerap dianggap sebagai penyakit ringan yang mudah disembuhkan. Padahal, jika penyakit menular ini tidak ditangani dengan baik, pasien dapat mengalami berbagai komplikasi hingga menyebabkan kematian.

Influenza merupakan penyakit saluran napas akut yang mudah menular dan virusnya telah menyebar ke seluruh dunia.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, sekitar 5 sampai 10 persen orang dewasa dan 20 sampai 30 persen anak-anak terkena influenza setiap tahun. 

Ironisnya, 290.000 hingga 650.000 orang meninggal dunia karena penyakit influenza.

Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia Prof Dr dr Iris Rengganis SpPD K-AI FINASIM mengatakan, influenza atau flu sebenarnya lebih berbahaya dibanding selesma. 

Baca juga: Cakupan Vaksin Influenza di Indonesia Tak Sampai 1 Persen

"Masih banyak yang menganggap influenza sebagai penyakit ringan meskipun sebenarnya influenza ini lebih berbahaya daripada selesma," kata Iris dalam acara Bebas Influenza Saat Travelling di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Selesma (influenza line ilness) memiliki gejala yang lebih ringan dari flu dan tidak mengarah pada komplikasi penyakit yang lebih parah seperti halnya flu.

"Bedanya selesma itu bisa disebabkan oleh berbagai macam virus, tapi tidak ganas, sedangkan influenza itu virusnya beda dan ganas," ujarnya.

Iris mengatakan, influenza dapat menjadi wabah penyakit dalam waktu singkat karena penularannya yang cepat. Selain itu, virus ini sebenarnya berbahaya karena bisa menimbulkan komplikasi hingga kematian.

"Influenza itu sebenarnya berbahaya dan mengancam nyawa juga sangat berpotensi menjadi wabah karena dapat menular dengan cepat. Bahaya kalau sampai komplikasi," kata Iris.

Baca juga: Alasan Vaksinasi Influenza Perlu Diulang Setiap Tahun

Komplikasi karena influenza

Komplikasi yang diakibatkan oleh influenza ialah berbagai penyakit yang berhubungan dengan saluran napas, salah satunya pneumonia.

Dijelaskan Iris, pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang paru. Pneumonia enyebabkan kantong udara di dalam paru meradang dan membengkak. Tak jarang, penyakit ini menjadi penyebab utama kematian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.