Punah Sudah Badak Sumatera di Malaysia…

Kompas.com - 25/11/2019, 07:03 WIB
Iman, badak Sumatera di suaka yang berlokasi d Malaysia. THE STARIman, badak Sumatera di suaka yang berlokasi d Malaysia.

KOMPAS.com – Iman adalah badak Sumatera betina berusia 25 tahun yang tinggal di sebuah suaka di Malaysia. Iman adalah badak Sumatera satu-satunya yang tersisa di Malaysia, dan baru-baru ini mati karena kanker.

Badak Sumatera di Malaysia pun dinyatakan punah.

Mengutip The Washington Post, Minggu (24/11/2019), Iman mati karena kanker. Koran milik Malaysia, Star, memberitakan bahwa sebelumnya Iman pernah hampir mati karena kehilangan banyak darah akibat tumor. Namun kankerlah yang akhirnya merenggut nyawa Iman.

Badak Sumatera adalah salah satu spesies hewan yang paling terancam punah (critically endangered). International Union for Conservation of Nature memasukkan badak Sumatera dalam red list, yang berarti hanya satu kategori sebelum benar-benar punah.

Baca juga: Peringati Hari Badak Sedunia, Kenali 5 Fakta Satwa Terancam Punah Ini

Saat ini jumlah badak Sumatera diperkirakan hanya tersisa 80 ekor, dengan minimal jumlah 30 ekor. Badak Sumatera yang tersisa masih hidup liar di hutan-hutan Indonesia.

Meski namanya badak Sumatera, spesies ini merupakan endemik Asia. Badak Sumatera hidup liar di hutan hujan tropis di berbagai kawasan Asia.

“Kesulitan dalam pengembangbiakan badak Sumatera adalah karena mereka begitu soliter. Kamu tidak bisa menyatukan jantan dan betina, atau mereka akan bertengkar. Mereka harus disatukan ketika badak betina sedang ovulasi,” tutur Terri Roth, Vice President of Conservation and Science dari Cincinnati Zoo and Botanical Garden.

Baca juga: Badak Sumatera Jantan Malaysia Mati, Harapan Bertumpu pada Indonesia

Cincinnati Zoo merupakan satu-satunya kebun binatang di Amerika Serikat yang memiliki badak Sumatera. Harapan, badak jantan yang lahir di kebun binatang tersebut, dikirim oleh Sumatran Wildlife Sanctuary di Indonesia pada 2015 sehingga Harapan memiliki kesempatan untuk berkembangbiak.

Di Indonesia sendiri, permasalahan illegal logging dan kebakaran hutan menjadi penyebab utama berkurangnya populasi badak Sumatera.

Kematian Iman hanya berjarak enam bulan dari kematian Tan, badak Sumatera jantan satu-satunya di Malaysia. Tan berusia 30 tahun saat mati, dipercaya karena usia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X