4 Penyebab Munculnya Resistensi Antibiotik

Kompas.com - 22/11/2019, 20:06 WIB
Ilustrasi obat SHUTTERSTOCKIlustrasi obat

KOMPAS.com - Resistensi antibiotik adalah kondisi di mana bakteri tidak dapat dimatikan dengan antibiotik. Hal ini mengancam kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi yang dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian.

World Health Organization (WHO) tahun ini mengeluarkan 10 ancaman kesehatan global. Resistensi antibiotik (AMR) termasuk dalam salah satu ancaman ini.

Saat ini, resistensi antibiotik diperkirakan mengakibatkan 700 ribu kematian di seluruh dunia.

WHO mengingatkan bahwa jika tidak ada tindakan yang diambil, resistensi antibiotik diperkirakan akan mengakibatkan sekitar 10 juta kematian secara global, setiap tahunnya, pada 2050.

Penyebab resistensi antibiotik

Ketua Komite Pencegahan Resistensi Antimikroba Nasional (KPRA), Dr dr Hari Paraton SpOG(K) menjelaskan bahwa terdapat empat penyebab munculnya resistensi antibiotik.

“Pertama, pemakaian berlebihan (overused) karena kurangnya control dari pihak pemberi antibiotik maupun inisiatif pengguna antibiotik. Kedua, penggunaan antibiotik tanpa indikasi (misused),” tuturnya dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Jumat (22/11/2019).

Baca juga: Kenali Resistensi Antibiotik, Satu dari 10 Besar Ancaman Kesehatan Global

dr Hari menyebutkan, banyak orang yang menggunakan antibiotik tanpa anjuran dokter, sehingga menimbulkan resistensi pada suatu antibiotik.

“Penyebab ketiga adalah penggunaan di bawah dosis yang dianjurkan (underused). Resistensi antibiotik juga terjadi jika seseorang yang seharusnya rutin minum antibiotic, tetapi tidak mematuhi petunjuk penggunaan tersebut,” paparnya.

Penyebab keempat adalah transmisi bakteri resisten di fasilitas kesehatan, akibat abainya menjalankan kewaspadaan universal.

Ilustrasi antibiotikShutterstock Ilustrasi antibiotik

Penanggulangan resistensi antibiotik

Rumah sakit dapat berperan sebagai salah satu tempat berkembangnya kuman atau mikroba resisten antibiotik yang kemudian menyebar ke masyarakat dan lingkungan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X