Kebersihan Sanitasi Berkaitan dengan Tingkat Stunting, Ini Sebabnya

Kompas.com - 18/11/2019, 17:05 WIB
Ilustrasi toilet ShutterstockIlustrasi toilet

KOMPAS.comStunting tengah menjadi salah satu fokus masyarakat terutama pihak-pihak yang bergerak di bidang kesehatan. Namun, kondisi kurang gizi kronis ini rupanya tak hanya disebabkan oleh asupan gizi. Stunting juga erat kaitannya dengan sanitasi.

Hal itu diungkapkan oleh Dokter Mikrobiologi Klinis, Dr dr Wani Gunardi Sp.MK(K) dalam acara yang diadakan oleh Vixal (Unilever) di Jakarta.

dr Wani mengatakan bahwa kamar mandi atau toilet mengandung banyak virus, bakteri, dan jamur. Kuman memang sangat berkembang di area lembap.

“Beberapa kuman yang kerap ditemukan di kamar mandi antara lain E.coli, Listeria, Shigella, Cholera, Typhoid, dan Rotavirus. Ada pula bakteri Salmonella yang menyebabkan tipes dan diare. Sementara Shigella menyebabkan disentri,” ungkapnya, Senin (18/11/2019).

Baca juga: Mengapa Kita Wajib Mencuci Tangan Setelah Menggunakan Toilet?

Adanya bakteri yang menyebabkan diare tersebut, selain menyerang orang dewasa, juga berdampak fatal pada bayi dan anak-anak. Stevia Angesty selaku sociopreneur bidang sanitasi dan pendiri Feelwell Ceramics mengatakan bahwa diare adalah salah satu penyebab utama kematian bayi di Indonesia.

“Di Indonesia GDP (Growth Domestic Products)-nya bagus, tapi banyak anak-anak yang mengalami malnutrisi dan akses sanitasi yang sangat minim,” tuturnya.

Stevia menjelaskan bahwa menurut data BPS, sebanyak 30 persen penduduk Indonesia masih belum memiliki toilet. Oleh karena itu menurut data dari World Bank dan Kementerian Kesehatan RI, sanitasi buruk adalah salah satu penyebab utama stunting.

“Stunting bukan hanya soal asupan gizi yang masuk. Misal gizi masuk dengan baik, namun sanitasi dan akses toiletnya buruk. Anak-anak kemudian masih BABS (Buang Air Besar Sembarangan), masuklah kembali bakteri ke dalam tubuh. Timbullah diare. Asupan gizi menjadi percuma,” paparnya.

Ilustrasi Balita StuntingShutterstock Ilustrasi Balita Stunting


Fellweell Ceramics sendiri merupakan perusahaan penjual toilet yang berfokus pada distribusi ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Selain itu, Feelwell Ceramics juga aktif melakukan edukasi tentang pentingnya sanitasi pada daerah-daerah terpencil di Nusantara.

Oleh karena itu Feelwell Ceramics baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Staf Kepresidenan RI karena berhasil menurunkan angka stunting lewat sanitasi baik.

Cegah Stunting dengan Sanitasi Baik

Penting bagi orangtua untuk mengerti tentang sanitasi. Antonius Pandu selaku Senior Brand Manager Cleaners, Unilever Indonesia, menyebutkan bahwa lebih dari 70 persen rumah tangga di Indonesia belum membersihkan kamar mandi dengan benar.

“Ciri-ciri toilet yang sehat ada tiga yaitu bersih, tidak berbau, dan bebas dari kuman. Toilet yang bersih belum tentu sehat,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Hari Anak Nasional: Perjuangan Posyandu Bak Garda Depan Atasi Stunting

dr Wani mengatakan, stunting bisa dicegah dengan sanitasi baik yang mencakup cara pembersihan kamar mandi/ toilet dan edukasi pada anggota keluarga sedini mungkin.

“Sanitasi juga termasuk cuci tangan, mandi dua kali dalam sehari, tidak menyimpan handuk atau pakaian di kamar mandi, serta tak lupa menyiram toilet,” tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X