Studi: Perempuan dan Laki-laki Sama Jagonya Kerjakan Matematika

Kompas.com - 14/11/2019, 09:05 WIB
Sally Ride, astronot perempuan pertama AS yang pergi ke luar angkasa. Sally Ride, astronot perempuan pertama AS yang pergi ke luar angkasa.

KOMPAS.com - Ada anggapan kalau laki-laki lebih jago di bidang eksakta dibandingkan perempuan. Tapi persepsi itu tak sepenuhnya benar.

Sebuah penelitian mengungkap, perempuan memiliki kemampuan otak yang juga dapat memahami industri teknologi, teknik, dan juga matematika (STEM).

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal NPJ Science of Learning ini melibatkan 104 responden anak yang berusia antara 3-10 tahun, 55 di antaranya adalah perempuan.

Baca juga: 4 Angka Misterius yang Bikin Ahli Matematika Tercengang selama 70 Tahun

Dalam studi tersebut, anak-anak diminta menonton video yang menampilkan konsep matematika seperti perhitungan dan penjumlahan.

Sementara para ilmuwan memetakan aktivitas otak dengan menggunakan pemindai MRI.

Peneliti juga membandingkan aktivitas otak anak-anak dengan orang dewasa.

Mereka meminta 38 laki-laki dan 25 perempuan untuk menonton video yang sama. Hasilnya, kedua jenis kelamin memiliki kinerja otak yang sama baiknya, tanpa memandang usia.

"Faktanya, anak perempuan dan laki-laki menunjukkan kematangan saraf yang secara statistik setara di seluruh otak, menunjukkan bahwa pemrosesan saraf matematika berkembang pada tingkat yang sama pada laki-laki dan perempuan," tutur Jessica Cantlon, salah satu peneliti di Carnegie Mellon University.

Bukti yang terbatas tersebut akhirnya memicu kesenjangan gender dan membuat kurangnya tingkat partisipasi perempuan di bidang STEM.

Misalnya saja data 2015-2016 di AS, hanya ada 35,5 persen siswa industri teknologi, teknik, dan juga matematika yang terdiri program master dan PhD.

"Kita harus mengetahui asal-usul ini untuk memastikan bahwa bukan kita yang menyebabkan ketidakadilan gender tersebut," tambah Cantlon dilansir Newsweek, Jumat (8/11/2019).

Baca juga: Masalah Terumit Matematika Berhasil Dipecahkan Setelah 30 Tahun

Sebelumnya, penelitian yang terpisah menyimpulkan bahwa perempuan akan mendapat nilai lebih baik dalam ujian matematika dan sains dibandingkan dengan laki-laki jika memiliki waktu pengerjaan yang lebih lama.

Hal tersebut seharusnya dianggap sebagai ketrampilan daripada hambatan.

"Kinerja dalam matematika dan sains pada umumnya dianggap sebagai kelemahan perempuan. Dan temuan dalam penelitian ini dapat berfungsi sebagai penyeimbang terhadap stereotip yang sudah ada," tambah Matthijs Oosterveen, peneliti di Erasmus University Rotterdam.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X