Menghitung-hitung Beban Ekonomi Akibat Diabetes di Indonesia

Kompas.com - 07/11/2019, 13:03 WIB
Ilustrasi diabetes ThinkstockIlustrasi diabetes

KOMPAS.com - Indonesia menempati peringkat ke-6 di dunia dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak. Ada 10,4 juta penduduk Indonesia yang didiagnosis diabetes, namun 73 persen penderita diabetes lainnya tidak sadar bahwa dirinya menderita diabetes.

Hal ini disampaikan oleh Ketua CHEPS-UI (Center for Health Economics and Policy Studies – Universitas Indonesia), Prof Budi Hidayat SKM MPPM PhD, di acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) InaHEA (Indonesian Health Economic Association) ke-6 di Bali, Rabu (6/11/2019).

Padahal, kata Budi, diabetes merupakan hulu atau induk dari berbagai penyakit yang menjadi penyebab utama kematian.

“Apalagi diabetes melitus tipe 2 (DM2). (Ini) merupakan salah satu 'induk' dari banyak penyakit yang menimbulkan morbiditas atau mortalitas tinggi serta beban ekonomi yang berat, seperti serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal yang berakhir dengan dialisis,” kata Budi.

Baca juga: Alasan Penderita Diabetes Harus Periksa Retina Mata Secara Berkala

“Mereka yang saat ini tidak sadar menderita diabetes, dalam 4 – 6 tahun ke depan akan mengalami komplikasi, seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal, sehingga terkesan bahwa penyakit-penyakit (komplikasi) inilah yang menghabiskan dana JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Kita harus stop hulunya,” imbuhnya.

Apa yang disampaikan oleh Budi tersebut berdasarkan studi terkini yang dilakukan oleh CHEPS UI dengan melibatkan 1.658 pasien DM2 dalam penelitian mereka.

Hasilnya menunjukkan bahwa 66 persen pasien DM2 mengalami komplikasi  mikrovaskular seperti neuropathy (nyeri atau kerusakan pada saraf), hipoglikemia (kadar gula dibawah normal), nephropathy (kelainan ginjal) dan retinopati (kerusakan retina mata).

Sementara, 22 persen pasien mengalami komplikasi makrovaskular (stroke dan kardiovaskular), serta 11 persen pasien mengalami komplikasi blood vessel (pembuluh darah).

Rata-rata komplikasi itu muncul empat tahun setelah pasien didiagnosis (diabetes), dan paling lama enam tahun setelah diagnosis.

Baca juga: Diabetes Melitus Sebabkan Diabetik Retinophati Hingga Kebutaan

Selama ini, kata Budi, penyakit-penyakit yang muncul akibat komplikasi tersebutlah yang dituduh menghabiskan dana JKN.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X