Kompas.com - 16/10/2019, 18:04 WIB
Ilustrasi mata Digital VisionIlustrasi mata

KOMPAS.com - Gangguan penglihatan bisa terjadi karena banyak hal. Salah satunya adalah penyakit Diabetes Melitus (DM) yang bisa berkembang hingga tahap kerusakan mata bernama Diabetik Retinopati (DR). Bila tidak ditangani, DR bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

Ketua Perkumpulan Ahli Vitreoretina, Indonesian Vitreoretinal Society (INAVRS), Prof. dr. Arief S Kartasasmita, SpM (K), M.Kes, MM, PhD, menjelaskan bahwa DR merujuk pada suatu kondisi di mana ada kerusakan pembuluh darah pada retina.

Padahal, retina merupakan lapisan saraf yang melapisi bagian belakang mata. Retina juga merupakan bagian mata yang berfungsi menangkap gambar dan mengirim gambar tersebut ke otak.

Arief pun mengatakan bahwa penyebab utama DR adalah kombinasi dari tingginya tingkat tekanan darah, gula darah dan kolesterol.

Baca juga: Mengenal Glaukoma, Penyebab Kebutaan Nomor 2 di Indonesia

Pada pasien Diabetes Melitus menahun, kata Arief, perubahan tingkat gula darah dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil di dalam retina.

“Nah pada kondisi kebutaan yang diakibatkan oleh DR, akan menjadi kondisi yang permanen dan tidak dapat diobati,” kata Arief, Sabtu (12/10/2019).

Oleh karena itulah, pencegahan dan pengobatan menjadi hal yang sangat penting supaya DR tidak terus berkembang dan menyebabkan kebutaan.

Untuk diketahui, DR merupakan penyakit komplikasi mikrovaskular diabetes melitus dengan angka prevalensi yang cukup tinggi.

Baca juga: Indonesia Targetkan Penurunan Angka Kebutaan pada 2020

Berdasarkan data penelitian yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, diperkirakan bahwa prevalensi DR sebesar 42,6 persen di antara penderita DM. Lalu, sekitar 10 persen dari jumlah tersebut mengalami kebutaan.

Jumlah ini diperkirakan akan meningkat pada tahun 2030 dengan estimasi 98.400 orang menderita diabetes dan sekitar 11.000 orang di antaranya mengalami kebutaan.

Biaya perawatan kesehatan terkait DR di Indonesia di tahun 2025 juga diproyeksikan mencapai USD 8,9 miliar atau 3 kali lipat dibandingkan biaya yang telah dikeluarkan di tahun 2017 (USD 2,4 miliar).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Oh Begitu
Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Fenomena
Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Fenomena
Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Fenomena
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Oh Begitu
63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

Fenomena
Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Oh Begitu
Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Oh Begitu
Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Oh Begitu
Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Oh Begitu
Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Kita
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Oh Begitu
Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Oh Begitu
Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kita
Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X