Kompas.com - 06/11/2019, 17:32 WIB

KOMPAS.com - Beberapa hari lalu, kisah Layangan Putus ramai dibahas di berbagai lini media sosial.

Layangan putus menceritakan seorang istri dengan empat orang anak yang ditelantarkan suami demi perempuan lain.

Banyak warganet yang bersimpati atas kisah Layangan Putus pun memberi komentar dan tak sedikit yang membagi ulang utas tersebut.

Tak sedikit pula yang mengungkapkan kekesalan dan kemarahannya pada sang suami ataupun perempuan yang dicurigai sebagai orang ketiga, entah kecurigaan tersebut benar atau tidak.

Dari hal ini, kemudian muncul pertanyaan. Kenapa banyak warganet bersimpati dan ikut tersulut emosi karena cerita Layangan Putus?

Baca juga: Kisah Layangan Putus, Kenapa Orang yang Sudah Menikah Selingkuh?

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi Pingkan Rumondor, psikolog klinis dewasa yang memiliki spesialisasi di bidang hubungan, keluarga, dan pernikahan.

Menurut Pingkan, Layangan Putus bukanlah cerita bahagia menurut norma sosial Indonesia.

"Memang secara normatif itu cerita yang menggugah emosi marah dan kesal, terutama bagi yang baca," ujar Pingkan dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (6/11/2019).

Kemudian, alasan kenapa cerita ini bisa sangat menggugah emosi, menurut Pingkan ini disebabkan oleh pengalaman individual yang mungkin pernah dirasakan pembaca.

"Kenapa itu bisa menggugah, kisah (Layangan Putus) mungkin dekat dengan apa yang pernah mereka alami atau yang dialami sama orang terdekat (pembaca)," imbuh dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.