Tikus Air Ini Piawai "Bedah" Perut Kodok untuk Diambil Jantungnya

Kompas.com - 06/11/2019, 09:13 WIB
Tikus air asal Australia yang sering disebut Rakali oleh warga lokal dapat membedah perut kodok secara persisi untuk diambil jantungnya. Tikus air asal Australia yang sering disebut Rakali oleh warga lokal dapat membedah perut kodok secara persisi untuk diambil jantungnya.

KOMPAS.com — Satu spesies tikus air di Australia mampu melakukan apa yang tidak bisa dilakoni para ilmuwan selama bertahun-tahun, yaitu menghentikan laju populasi kodok tebu, spesies kodok beracun yang invasif, mematikan, dan menimbulkan kekacauan.

Uniknya, hewan pengerat yang oleh warga lokal disebut rakali ini menggunakan cara tak biasa dalam membinasakan kodok tebu.

Agar tak kena racun kodok, tikus rakali membedah mereka tepat di perut. Kemudian mereka mengambil jantung dan hati kodok untuk dimakan. Untuk diketahui, hanya jantung dan hati kodok tebu yang bebas racun.

Teknik "pembedahan presisi" rakali diungkap oleh para peneliti dari Universitas Melbourne.

Baca juga: Serba Serbi Hewan: Kenapa Kucing Menggerakkan Pantat Sebelum Menerkam?

Para ilmuwan mengatakan, sejauh yang sudah terdokumentasi, rakali adalah satu-satunya mamalia yang mampu membunuh kodok tebu dengan aman.

Ancaman

Kodok tebu, spesies kodok beracun yang invasif, mematikan, dan menimbulkan kekacauan di Australia. Kodok tebu, spesies kodok beracun yang invasif, mematikan, dan menimbulkan kekacauan di Australia.

Kodok tebu awalnya didatangkan ke Australia pada 1935 untuk memberantas kumbang pemakan tebu di daerah pesisir timur laut.

Hewan amfibi itu dikenal mampu beradaptasi dengan mudah di habitat yang baru. Mereka juga berkembang biak secara massal dan dapat bermigrasi sejauh 60 kilometer per tahun.

Dengan cara inilah mereka tiba di kawasan Kimberley, Australia barat, antara 2011 dan 2012.

Sejak saat itu, kodok-kodok tersebut menghabisi populasi sejumlah hewan predator.

Buaya, quoll (sejenis hewan berkantung), dan beberapa spesies kadal telah punah di daerah tertentu akibat memangsa kodok tebu.

Kodok tersebut memiliki sejenis racun pada kelenjar parotid mereka. Bila hewan lain terpapar sedikit saja racun ini, akibatnya mematikan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X