Kulit Gatal Berkaitan dengan Kesehatan Mental, Bagaimana Bisa?

Kompas.com - 03/11/2019, 20:06 WIB
Ilustrasi menggaruk champjaIlustrasi menggaruk

KOMPAS.com – Kulit yang mengalami kondisi gatal-gatal bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, mereka yang mengalami kondisi kulit gatal kronis memikul beban psikologis mendalam yang tak bisa diatasi dengan garukan sekalipun.

Kondisi kulit tersebut antara lain eczema dan psoriasis. Para peneliti kini tengah merumuskan bagaimana kelainan pada kulit berkaitan erat dengan kesehatan mental dan kualitas hidup.

“Ada penelitian yang membuktikan adanya korelasi antara kulit gatal dan kesehatan mental secara umum,” tutur ahli dermatologi Florence J Dalgard dari Lund University di Swedia, seperti dikutip dari Science Alert, Minggu (3/10/2019).

Baca juga: Gatal dan Kulit Kering? Bisa Jadi Pertanda Dermatitis Atopik

Florence dan tim peneliti yang dipimpinnya menganalisis data yang dikumpulkan dari ribuan pasien penyakit kulit. Data pasien itu tersebar di 13 negara di Eropa termasuk Inggris, Perancis, Jerman, dan Rusia.

Total, terdapat lebih dari 3.500 pasien dengan berbagai penyakit kulit yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Mereka melakukan pemeriksaan fisik dan kuisioner yang menanyakan tentang latar belakang sosial-ekonomi, serta pengalaman dengan kulit yang gatal.

Dari data tersebut diperoleh kesimpulan tentang gejala depresi, kegelisahan, dan upaya bunuh diri. Para peneliti sepakat akan hubungan antara kondisi kulit, rasa gatal, ketimpangan suasana hati, dan kualitas hidup.

Baca juga: Bukan Cuma Bikin Gatal, Gigitan Nyamuk Bisa Pengaruhi Kekebalan Tubuh

Para pasien yang mengalami gatal kulit, prevalensi depresi mencapai 14,1 persen. Prevalensi pasien yang mengalami kegelisahan sebanyak 21,4 persen.

Untuk upaya bunuh diri, prevalensi pasien mencapai 15,7 persen.

Dari penelitian tersebut, juga diketahui bahwa pasien yang mengalami gatal kulit relatif memiliki masalah ekonomi dibanding mereka yang tidak mengalami gatal kulit.

“Alasan spekulatif atas korelasi ini adalah bahwa gatal berkaitan dengan inflamasi kulit, dan inflamasi kulit menghasilkan hormone serotonin yang mengarah pada depresi dan kegelisahan,” tulis tim peneliti.

Baca juga: Sedang Gatal-gatal? Berikut adalah Penyebab dan Cara Mengobatinya

Adanya penelitian ini, tutur Florence, akan berpengaruh terhadap bagaimana tenaga medis memperlakukan pasien dengan masalah kulit.

“Penemuan kami mencerminkan bahwa pasien dengan masalah dermatologis seperti kulit gatal juga erat kaitannya dengan depresi klinis, upaya bunuh diri, dan stress,” tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X