Kompas.com - 30/10/2019, 18:03 WIB
Ilustrasi stroke ShutterstockIlustrasi stroke

Terakhir, stroke hemoragik terjadi ketika arteri di otak membuka dan mengalami kebocoran darah. Darah dari arteri yang bocor menciptakan tekanan berlebih di tengkorak, hingga akhirnya membuat otak bengkak dan merusak sel serta jaringan otak.

Faktor risiko

Faktor risiko tertentu membuat Anda lebih rentan terkena stroke.

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute Trusted Source, semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar kemungkinan Anda terkena stroke.

Berikut beberapa faktor risiko terkena stroke:

1. Diet

Diet tidak sehat dapat meningkatkan risiko stroke. Terlebih, bila Anda gemar mengonsumsi makanan asin, lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol.

2. Kurang olahraga

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jarang bergerak atau kurang olahraga juga dapat meningkatkan risiko stroke. Olahraga teratur akan memberi sejumlah manfaat untuk kesehatan.

CDC AS bahkan merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan latihan aerobik setiap minggu. Anda bisa melakukan jalan cepat beberapa kali seminggu.

3. Mengonsumsi alkohol

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X