Bahagialah, Kunci Penting Pejuang Kanker Jalani Terapi dan Pengobatan

Kompas.com - 29/10/2019, 11:22 WIB
Ilustrasi kanker shutterstockIlustrasi kanker

KOMPAS.com - Obat yang paling mujarab ialah belajar menerima dan berbahagialah meskipun penyakit sedang menimpa Anda.

Inilah pesan yang disampaikan dr Venita dari Yayasan Kanker Indonesia saat mengisi acara talk show bertajuk Kualitas Hidup dengan Kanker Payudara di Mal Ciputra Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

"Mending happy-lah. Memang tidak mudah seperti diucapin ya, tapi inilah hal mendasar dalam menjalani dan melawan hidup sebagai penderita atau survivor kanker payudara," kata Venita.

Menurut Venita, berbahagia saat sakit bukan hanya berlaku untuk pejuang kanker payudara saja. Hal ini juga bisa dilakukan untuk melawan kanker dan penyakit lainnya secara umum.

Baca juga: Kisah Rika Marwadi Berani Bangkit dan Hadapi Kanker Payudara

Merasa bahagia juga menjadi pendukung para survivor agar dapat bertahan dan kuat melawan kanker serta terapi yang terus-menerus dijalani seumur hidup.

"Mending happy, ketemu orang-orang yang senasib biar bisa saling support dan mengerti. Happy itu obat mujarab juga," tuturnya.

Selain sebisa mungkin pejuang kanker merasa bahagia, Veni juga mengingatkan bagi orang yang merawat atau keluarga pasien untuk tidak banyak memberi larangan, termasuk dalam hal makanan.

"Kasihlah dia makan yang dia suka, enggak usah dilarang-larang. Itu (makanan) kalau bisa bikin mereka happy, efek kerja obat dan juga imunitas tubuhnya bahkan malah terjaga kok. Malah bisa lebih baik bagi mereka,” ucap dia.

Baca juga: Rajutan Knockers, Pengganti Payudara Paska Operasi Kanker

Deteksi dini

Agar proteksi diri dapat segera dilakukan, Venita menyarankan bagi semua wanita untuk melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan kanker payudara terjadi.

"Apalagi perempuan yang sudah 50 tahun, itu malah seharusnya sangat wajib untuk mammografi. Juga yang sudah menikah dan otomatis sudah berhubungan seks, harus segera pap smear. Atau laki-laki harus juga check up pada usus dan juga prostat," ujarnya.

Untuk diketahui, mammografi biasanya digunakan proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya berkisar 0,7 mSv), untuk melihat apakah terdapat tumor dan kista di payudara.

Sementara, pap smear merupakan uji medis yang dapat memeriksa kondisi sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina.

Vanita mengatakan, untuk layanan pap smear di Indonesia saat ini sudah ada banyak dan beberapa penyedia jasa memberi layanan gratis.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X