Memaknai Sumpah Pemuda di Masa Kini dari Kacamata Sejarawan

Kompas.com - 29/10/2019, 09:19 WIB
Nadiem Makarim saat memberikan pidato di Upacara Hari Peringatan Sumpah Pemuda di kantor Kemendikbud di Jakarta, Senin (28/10/2019). YouTube/KemendikbudRINadiem Makarim saat memberikan pidato di Upacara Hari Peringatan Sumpah Pemuda di kantor Kemendikbud di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Di masa ini, menurut Hayu, Sumpah Pemuda merupakan ikrar untuk membakar semangat para pemuda agar bersatu mencapai tujuan bersama, yakni membuat Indonesia merdeka.

"Kalau sekarang maknanya beda lagi. Karena sudah merdeka, jelas makna dan fungsinya beda," sambungnya.

Hayu menjelaskan, Sumpah Pemuda di masa kini adalah untuk melestarikan persatuan di antara pemuda dan masyarakat Indonesia.

Sumpah Pemuda juga dapat mengingatkan masyarakat kembali bahwa di masa lalu persatuan bukan hal mudah.

Setidaknya, para pejuang kita membutuhkan waktu 17 tahun dari pertama kali Sumpah Pemuda digaungkan hingga Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan.

Oleh sebab itulah, lewat peringatan Hari Sumpah Pemuda sebenarnya kita diajak untuk tetap menjaga, merawat, dan melestarikan apa yang sudah dibangun para pemuda di masa lalu.

"Sumpah Pemuda mengingatkan juga kalau Kemerdekaan Indonesia itu perjuangannya lewat pemuda. Jadi dicapai oleh pemuda dan sebagai pemuda zaman sekarang harusnya bisa melakukan hal yang sama atau bahkan lebih dari yang dilakukan pemuda di tahun 1928," katanya.

Baca juga: 3 Kelompok Pelajar Indonesia Raih Medali Emas di IEYI 2019

Hayu mengingatkan, pemuda masa kini harus ingat bahwa persatuan tidak mudah dan harus dijaga.

Perlawanan yang sedang kita lakukan saat ini, menurut Hayu adalah memerangi berita hoaks yang justru dapat memecah belah dan merusak persatuan bangsa.

"Zaman sekarang banyak ancaman-ancaman. Dan Sumpah Pemuda untuk pengingat bagi kita semua, jangan sampai melupakan sejarah," ungkapnya.

"Kalau dulu musuhnya penjajah, sekarang musuhnya narkoba, korupsi, radikalisme. Nah itu dicari, gimana pemuda bisa menangkal itu semua, menangkal ancaman-ancaman itu jangan sampai merusak individu dan bangsa," tukasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X