3 Kelompok Pelajar Indonesia Raih Medali Emas di IEYI 2019

Kompas.com - 27/10/2019, 10:03 WIB
Firman Fathoni dari SMAN 5 Surabaya mendapatkan medali emas untuk invensi ganTAS 4.0. Alat ini menggunakan mekanisme teknologi bluetooth yang dikoneksikan dengan ponsel pintar. DOK. BIRO KERJA SAMA, HUKUM dan HUMAS LIPIFirman Fathoni dari SMAN 5 Surabaya mendapatkan medali emas untuk invensi ganTAS 4.0. Alat ini menggunakan mekanisme teknologi bluetooth yang dikoneksikan dengan ponsel pintar.

KOMPAS.com – Tiga kelompok pelajar Indonesia berhasil mencatat prestasi dalam ajang International Exhibition for Young Inventor (IEYI). Tak main-main, ketiganya mendapatkan medali emas dalam Awarding Ceremony IEYI yang digelar pada Jumat (25/20) malam.

Ini adalah kali ke-15 IEYI digelar. Kali ini ajang internasional tersebut digelar di Serpong, Tangerang pada 23-26 Oktober 2019.

Firman Fathoni dari SMAN 5 Surabaya mendapatkan medali emas untuk invensi ganTAS 4.0. Alat ini menggunakan mekanisme teknologi bluetooth yang dikoneksikan dengan ponsel pintar.

Mekanisme kerja ganTAS adalah mendata jumlah koper dalam satu rombongan tour.

“Ketika aplikasi smartphone dinyalakan, maka akan terdeteksi koper mana yang belum ada,” ujarnya.

Baca juga: Bidik 2 Kategori Penghargaan IEYI, LIPI Ungkap Kekuatan Anak Indonesia

Alat ini sendiri ia ciptakan karena pernah memiliki pengalaman tak enak saat ikut rombongan tour.

“Koper kakak saya tertukar dengan orang asing di bandara,” ujarnya seperti dikutip dari rilis Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI.

Neng Rizqi Nimah dari SMAN 1 Kediri membuat Penggaris Multifungsi.DOK. BIRO KERJA SAMA, HUKUM dan HUMAS LIPI Neng Rizqi Nimah dari SMAN 1 Kediri membuat Penggaris Multifungsi.

Medali emas berikutnya diraih oleh Neng Rizqi Ni'mah dari SMAN 1 Kediri yang membuat Penggaris Multifungsi.

“Saya menggabungkan beberapa penggaris, jangka, dan busur sehingga dapat membuat bangun dua dimensi dengan mudah dan presisi,” jelasnya.

Baca juga: LIPI Buka Science Expo 2019 untuk Membumikan Sains ke Masyarakat

Ia menciptakan alat ini karena merasa selalu kesulitan menggambar bangun segi enam.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X