Inilah Daftar Pemenang LKIR 2019 dan NYIA 2019

Kompas.com - 28/10/2019, 08:30 WIB
Para pemenang juara pertama LKIR ke-51 Indonesia dan NYIA ke-12. LIPIPara pemenang juara pertama LKIR ke-51 Indonesia dan NYIA ke-12.

KOMPAS.com - Para pemenang ajang kompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-51 Indonesia dan National Young Inventors Award (NYIA) ke-12 dan akan direkomendasikan untuk ikut kompetisi internasional pada tahun 2020.

Para pemenang LKIR ke-51 Indonesia akan direkomendasikan untuk berkompetisi ke ajang International Science and Engineering Fair (ISEF) 2020 di Annaheim, California, Amerika Serikat; sedangkan para pemenang NYIA ke-12 akan direkomendasikan untuk berkompetisi dalam International Exhibition for Young Inventor (IEYI) 2020 di Kazan, Rusia

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko menyampaikan semangat dan ketekunan para peserta tersebut sangat patut untuk diapresiasi.

“Semoga torehan prestasi adik-adik kita dapat menginspirasi dan memotivasi generasi muda Indonesia,” kata Handoko.

Baca juga: Raih Medali Emas di IEYI 2019, Seperti Apa Gantungan Tas Karya Siswa Surabaya?

Pemenang LKIR ke-51 Indonesia

Secara total, ada 43 peneliti muda yang diberikan kesempatan untuk memajang hasil karya mereka dalam pameran ISE 2019 di BSD Serpong, 23-26 Oktober 2019.

Pada hari terakhir, diumumkan pemenang LKIR tersebut dalam empat bidang keilmuan yakni ilmu pengetahuan hayati, ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan, ilmu pengetahuan kebumian dan kelautan, serta ilmu pengetahuan teknik.

Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati

Pemenang Pertama: Muhammad Nasim Mubarok dan Nandagesta Aurelia Shafa Wagmi (MAN 2 Kota Malang) Pantyliner Pendeteksi Dini Kapsid Human Papiloma Virus Tipe 16 dan 18 Melalui HPV Strip.

Pemenang Kedua: Arina Tina Salwa dan Khofifah Imania (SMA Negeri 1 Kaliwungu) Inovasi Pakan Buatan Berbahan Dasar Biji Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) dan Gula Aren untuk Perkembangan Koloni Lebah Madu (Apis mellifera L.).

Pemenang Ketiga: Abigail Moira Saputra dan Aurelia Regina (SMA Santa Laurensia) Studi Efek Gelatin Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terhadap Pertumbuhan Sel sebagai Uji Awal Gelatin Nanopartikel.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X