Kompas.com - 25/10/2019, 13:02 WIB

KOMPAS.com – Sekelompok peneliti dari AOC Archeology Group, Inggris, baru-baru ini merekonstruksi wajah manusia abad pertengahan berdasarkan tengkorak berusia 600 tahun.

Tengkorak tersebut ditemukan bersama dengan 60 buah tulang-belulang lainnya di bawah tanah Aberdeen Art Gallery.

Baca juga: Temukan Tengkorak 3,8 Juta Tahun, Ahli Bingung soal Asal Usul Manusia

Teknologi rekonstruksi wajah tersebut membuahkan sebuah gambar seorang pria, yang disebut peneliti sebagai Skeleton (SK) 125. Berdasarkan hasil analisa, SK 125 berusia lebih dari 46 tahun.

“SK 125 menyuguhkan potret jelas pertama tentang wajah manusia di abad pertengahan, yang tertimbun di bawah tanah Aberdeen Art Gallery lebih dari 600 tahun lalu,” tutur Dr Paula Milburn dari AOC Archeology Group, seperti dikutip dari The Independent, Jumat (25/10/2019).

Tengkorak tersebut ditemukan bersama dengan 60 buah tulang-belulang lainnya di bawah tanah Aberdeen Art Gallery.AOC Archeological Group/PA Wire Tengkorak tersebut ditemukan bersama dengan 60 buah tulang-belulang lainnya di bawah tanah Aberdeen Art Gallery.

Tingginya antara 5 kaki 2 inci (sekitar 1,6 meter) sampai 5 kaki 5 inci (sekitar 1,8 meter). SK 125 dipercaya mengalami penyakit pada gigi dan persendian wajah.

Penelitian yang sama menyebutkan bahwa SK 125 bukanlah asli Aberdeen (kota di timur laut Skotlandia). Kemungkinan ia menghabiskan masa kecil di wilayah Outer Hebrides (Long Island/Long Isle, kepulauan di barat daya Skotlandia).

Berdasarkan hasil analisa, SK 125 berusia lebih dari 46 tahun. Tingginya antara 5 kaki 2 inci (sekitar 1,6 meter) sampai 5 kaki 5 inci (sekitar 1,8 meter). SK 125 dipercaya mengalami penyakit pada gigi dan persendian wajah.AOC Archeological Group/PA Wire Berdasarkan hasil analisa, SK 125 berusia lebih dari 46 tahun. Tingginya antara 5 kaki 2 inci (sekitar 1,6 meter) sampai 5 kaki 5 inci (sekitar 1,8 meter). SK 125 dipercaya mengalami penyakit pada gigi dan persendian wajah.

Rencana renovasi Aberdeen Art Gallery sudah ada sejak 2015 lalu, namun terhenti karena penemuan beberapa tulang-belulang di bawah tanahnya. Galeri seni ini dibangun pada 1885.

“Penggalian masih akan dilakukan sementara kami meneliti tulang-belulang yang ditemukan, dengan berbagai informasi mengagumkan tentang orang-orang yang terkubur di sana. Termasuk informasi mengenai usia, jenis kelamin, kesehatan, dan gaya hidup,” tutur Dr Paula.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.