Tengkorak dari China Ini Akan Ubah Kisah Asal-usul Manusia, Mengapa? - Kompas.com

Tengkorak dari China Ini Akan Ubah Kisah Asal-usul Manusia, Mengapa?

Gloria Setyvani Putri
Kompas.com - 15/11/2017, 12:30 WIB
Apa yang bisa dipelajari dari tengkorak Dali? Apa yang bisa dipelajari dari tengkorak Dali?

KOMPAS.com — Catatan tentang asal usul manusia tidak ada habisnya untuk selalu diperbarui. Mungkin, asal usul manusia kali ini perlu ditulis ulang atau dipikirkan ulang.

Belum lama ini, peneliti menemukan tengkorak kuno dari China. Setelah dianalisis, tengkorak tersebut menunjukkan banyak kemiripan dengan fosil manusia yang paling awal ditemukan di Maroko, Afrika Utara, sekitar 10.000 kilometer ke barat.

Temuan tengkorak asal China ini menjadi petunjuk bahwa manusia modern tidak hanya berasal dari nenek moyang Afrika seperti yang dipahami selama ini.

Baca Juga: Fosil Baru Mengungkap Wajah Nenek Moyang Manusia dan Kera

Diyakini selama ini, berdasarkan bukti fosil spesies manusia muncul di Afrika sekitar 200.000 tahun yang lalu.

Terlebih, penelitian genetik manusia modern menunjukkan bahwa semua manusia berasal dari satu populasi tunggal yang meninggalkan Afrika sekitar 120.000 tahun lalu untuk menyebar ke seluruh dunia.

Kelompok Afrika disebut sebagai sumber semua gen manusia modern. Memang, ada beberapa gen yang diperoleh setelah melakukan perkawinan silang dengan spesies lain seperti Neanderthal (manusia purba yang punah sekitar 40.000 tahun lalu. Mereka muncul di Eropa dan berkembang di Asia Barat Daya, tengah, dan Utara).

Namun, tengkorak Dali yang ditemukan Liu Shuntang di daerah Dali, Provinsi Shaanxi, China, pada 1978, dengan kondisi sangat lengkap, itu dianalisis lebih mendalam sehingga dapat menjadikannya bukti untuk membantah teori sebelumnya.

Tengkorak Dali bagian samping. Tengkorak Dali bagian samping.

Penelitian yang sudah diterbitkan pada April di Quaternary International menyebut tengkorak tersebut berusia 260.000 tahun, yang artinya dia lebih tua dari tengkorang yang ditemukan di Afrika.

Seperti dilansir dari New Scientist, Rabu (15/11/2017), penelitian awal pada 1979 menyebut tengkorak Dali adalah kelompok Homo erectus (manusia purba Jawa). Spesies hominin ini diduga tiba di Asia Tenggara sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan diduga hilang dari kelompoknya sekitar 140.000 tahun yang lalu.

Baca Juga: Gara-gara Tersandung, Bocah Ini Temukan Fosil Jutaan Tahun

Dua tahun kemudian, Xinzhi Wu dari Chinese Academy of Sciences, Beijing, menyadari bahwa wajah tengkorak Dali memiliki banyak kesamaan dengan Homo sapiens.

Dalam abstrak penelitian tersebut disebut tengkorak Dali adalah fosil kunci untuk memahami evolusi manusia di China.

PenulisGloria Setyvani Putri
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM