Peringatan untuk Kita, Polusi Udara Picu Serangan Jantung dan Stroke

Kompas.com - 25/10/2019, 10:04 WIB

KOMPAS.com - Polusi udara merupakan “sahabat” bagi masyarakat perkotaan atau daerah industri. Polusi udara menyebabkan penyakit seperti asma, serangan jantung, stroke, dan penyakit lainnya. Kondisi ini menyerang berbagai negara, tak terkecuali di Inggris.

Dilansir dari The Guardian, Minggu (21/10/2019), angka penderita serangan jantung dan stroke meningkat akibat tingginya polusi udara di beberapa kota di Inggris.

Beberapa anak-anak dan dewasa dilarikan ke rumah sakit akibat kondisi tersebut. Pada kondisi polusi yang tinggi, rumah sakit menerima tambahan pasien lebih dari 120 kasus serangan jantung, 230 kasus stroke, dan hampir 200 kasus asma yang memerlukan penanganan darurat.

Kepala Layanan Kesehatan Inggris (NHS) Simon Stevens mengatakan, iklim yang buruk berpotensi memicu kesehatan yang buruk.

Baca juga: Polusi Udara Juga Sebabkan Kebotakan, Kok Bisa?

"Angka terbaru menunjukkan polusi udara menyebabkan ribuan korban stroke, gagal jantung, dan asma, jadi sangat jelas bahwa keadaan darurat iklim juga keadaan darurat kesehatan. Kita harus bertindak sekarang, bukan 2025 atau 2050," tegas Stevens.

Riset sebelumnya membuktikan, ada lonjakan kunjungan dan pelayanan rumah sakit karena polusi udara.

Hasil tersebut kemudian dilengkapi oleh studi terbaru yang memberi seberapa banyak jumlah pasien yang terdampak polusi udara dan mengalami serangan jantung, stroke, hingga penyakit pernapasan lain. 

Menurut laporan yang akan diterbitkan bulan depan, tim dari King's College London (KCL) membagi satu tahun menjadi dua kelompok.

Kelompok satu merupakan bulan-bulan dengan kualitas udara buruk, sementara kelompok dua berisi bulan-bulan dengan kualitas udara normal.

Mereka menemukan, ketika kualitas udara sangat buruk pihak rumah sakit mendapat tambahan 388 pasien dengan keluhan sakit pada pernapasan, serangan jantung, hingga stroke.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Oh Begitu
Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Oh Begitu
4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

Oh Begitu
Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Oh Begitu
Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Oh Begitu
Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fenomena
Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Fenomena
6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

Fenomena
Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Fenomena
98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

Oh Begitu
WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

Fenomena
Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.